Workshop on International Taxation 2016
Jakarta, (21/3): Masih dalam rangkaian kegiatan “The 6th Meeting of The Working Group on Taxation and Workshop on International Taxation” yang bertempat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, workshop on international taxation hari ke-3, dipimpin oleh Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, Goro Ekanto.
Pada sesi pertama, Bambang Irawan yang menjadi perwakilan dari Sekretariat ASEAN memaparkan tentang “Recent Update on The ASEAN Mandates and Initiatives”. Selanjutnya Gunawan Pribadi, Kepala Bidang Pajak Internasional, BKF dan Pande Putu Oka, Kepala Subbidang Kerjasama Organisasi Pajak Internasional, BKF, selaku perwakilan dari Kementerian Keuangan menyampaikan paparan tentang “Strategic Action Plan for ASEAN Economic Community Post 2015”. Kedua narasumber tersebut menjelaskan tentang strategi, inisiatif dan target negara anggota ASEAN terkait dengan kerjasama di bidang perpajakan yang akan dimulai dari tahun 2016 hingga 2025.
Tim dari World Bank membahas tentang base erosion profit shifting. World Bank mengungkapkan beberapa isu yang harus diperhatikan dalam base erosion profit shifting yaitu transfer pricing, permanent establishment, tax treaty, documentation dan disclosure rules.
Sesi terakhir workshop terbagi dalam dua kelas paralel yang membahas tentang exchange of information dengan narasumber Abdul Gafur dari Direktorat Jenderal Pajak dan materi tentang cukai rokok dan alkohol yang dipresentasikan oleh Nasruddin Djoko Surjono, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, BKF.
Sebagaimana disampaikan dalam pidato pembukaannya, menurut Astera Primanto Bhakti, Staf Ahli Kebijakan Penerimaan Negara, Kemenkeu, hasil dari forum ini akan dibawa pada “13th Annual Asia Pacific Tax Forum” untuk dibahas pada level yang lebih tinggi. (is/as)






