DJSEF Ajak Siswa SMA Negeri 6 Jakarta Kenal Lebih Dekat dengan APBN
Jakarta, (10/11/2025) — Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF), Kementerian Keuangan turut berpartisipasi dalam kegiatan Kemenkeu Mengajar 10 (KM 10) yang dilaksanakan di SMA Negeri 6 Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendidik sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Momentum ini juga sekaligus untuk menumbuhkan semangat berbagi dan edukasi publik mengenai keuangan negara.
Program Kemenkeu Mengajar merupakan inisiatif kerelawanan non-APBN yang digagas oleh generasi muda Kementerian Keuangan sejak 2016. Mengusung tema “Mengenal Uang Kita, Membangun Masa Depan”, program ini bertujuan memperluas literasi keuangan dan memperkenalkan peran strategis APBN dalam pembangunan nasional kepada para pelajar di tingkat SD hingga SMA.
Dalam kegiatan di SMA Negeri 6 Jakarta, Direktur Jenderal SEF Febrio Kacaribu, memberikan sesi pembelajaran interaktif kepada siswa kelas XII-4 Sosio Ekonomi. Beliau menjelaskan mengenai peran dan fungsi APBN sebagai instrumen utama pembangunan hingga bagaimana dana tersebut dialokasikan untuk penyediaan fasilitas publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Di Indonesia dengan 280 juta warganya, kota Jakarta dibandingkan NTT disparity-nya besar banget ya”. Disini Febrio tak lupa juga menekankan pentingnya peran APBN dalam pemerataan pembangunan di negara Indonesia. Sesi belajar bersama Febrio Kacaribu berlangsung penuh antusiasme. Para siswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan kritis, dan menunjukkan minat besar terhadap isu ekonomi dan keuangan negara.
Suasana kelas semakin hidup ketika salah seorang siswa, Shaqil, bertanya, “Bagaimana caranya anak muda bisa punya rumah pertama di tengah harga yang terus naik, dan apa peran APBN di situ?” Febrio menjelaskan bahwa subsidi bunga KPR membantu ratusan ribu keluarga muda mewujudkan rumah pertamanya.
Sementara siswa lain, Rayhan, bertanya, “Kalau kami ingin berkarier di bidang kebijakan ekonomi dan fiskal seperti Bapak, apa yang harus kami siapkan dari sekarang?” Sebuah refleksi yang menunjukkan rasa ingin tahu dan cita-cita besar generasi muda terhadap masa depan ekonomi bangsa.
Lalu, kegiatan diakhiri dengan penempelan ‘Langit Cita-Cita’, di mana para siswa menuliskan harapan masa depan mereka dan menyampaikan pesan untuk Kementerian Keuangan.
Melalui kegiatan Kemenkeu Mengajar 10 ini, diharapkan semangat berbagi pengetahuan dan nilai-nilai kebangsaan dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda. Selain menjadi ajang literasi fiskal, kegiatan ini juga memperkuat kedekatan antara insan Kementerian Keuangan dan masyarakat, sejalan dengan semangat “Dari Kami untuk Negeri.” (mdf/mbp)







