DJSEF Ajak Mahasiswa Unsoed Pahami Penyusunan APBN lewat Kelas Skenario Fiskal
Purwokerto, (09/04/2026) – Dalam upaya meningkatkan literasi kebijakan keuangan negara di kalangan akademisi, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan kegiatan Kelas Skenario Fiskal 2026 pada Kamis (9/4). Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed ini menghadirkan dua agenda utama, yaitu kuliah umum dan kelas simulasi APBN.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed, Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman awal (preliminary knowledge) terkait kebijakan fiskal dan peran APBN dalam perekonomian.
Kegiatan diawali dengan kuliah umum bertema “Arah Kebijakan Fiskal dan Peran Asumsi Makro dalam Penyusunan APBN.” Narasumber dari Direktorat Jenderal Anggaran, Evy Subardi, memaparkan berbagai tantangan ekonomi global dan domestik yang dihadapi pemerintah, serta bagaimana kebijakan fiskal dirancang untuk merespons dinamika tersebut. Dalam paparannya, disampaikan bahwa APBN memiliki peran strategis sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi simulasi penyusunan APBN. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan berperan sebagai pemangku kepentingan dalam proses penganggaran negara. Setiap kelompok diminta menyusun rancangan anggaran dengan mempertimbangkan prioritas program, keterbatasan sumber daya, serta keseimbangan antara pendapatan dan belanja negara.
Sesi simulasi berlangsung interaktif dan dinamis. Peserta tidak hanya dilatih untuk berpikir kritis dan analitis, tetapi juga mendapatkan gambaran langsung mengenai kompleksitas proses pengambilan keputusan fiskal. Diskusi dan negosiasi antar kelompok menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana kebijakan anggaran dirumuskan secara kolaboratif.
Melalui penyelenggaraan Kelas Skenario Fiskal ini, DJSEF terus mendorong keterlibatan civitas academica dalam memahami kebijakan publik, khususnya di bidang fiskal. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa tidak hanya secara konseptual, tetapi juga secara praktis, sehingga mampu menumbuhkan kesadaran fiskal dan perspektif kebijakan yang lebih komprehensif di kalangan generasi muda. (b/mdf)







