Wamenkeu Juda: Realisasi Pembiayaan APBN 2026 Tetap Terkendali
Jakarta, (13/03/2026) – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyampaikan bahwa realisasi pembiayaan APBN 2026 hingga akhir Februari masih berada dalam kondisi yang terkendali.
“Strategi pembiayaan dilakukan secara antisipatif, yaitu untuk memastikan ketersediaan kas tetap memadai, sekaligus menjaga fleksibilitas pembiayaan untuk merespons dinamika pasar yang sedang terjadi,” ungkap Juda dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu (11/03).
Hingga 28 Februari 2026, realisasi pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp164,2 triliun atau sekitar 23,5 persen dari target APBN. Angka tersebut terdiri atas pembiayaan utang sebesar Rp185,3 triliun dan pembiayaan non-utang negatif Rp21,1 triliun.
Minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) juga tetap tinggi. Bid to cover ratio untuk Surat Utang Negara (SUN) berada di atas dua kali, sementara untuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai 3,1 kali.
“Ini juga menunjukkan bahwa minat dan kepercayaan investor terhadap fundamental perekonomian kita masih terjaga di tengah dinamika pasar keuangan global yang sangat penuh dengan ketidakpastian,” jelas Juda.
Wamenkeu Juda menambahkan bahwa pemerintah bersama Bank Indonesia, OJK, dan otoritas terkait akan terus memantau perkembangan pasar keuangan domestik untuk memastikan stabilitas tetap terjaga.