CPFR dan FEB Unud Bahas Peran Kebijakan Fiskal dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi
Denpasar, (12/06/2026) — Center for Public Finance Research (CPFR) yang dikelola oleh Pusdiklat Keuangan Publik bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) menyelenggarakan Kuliah Umum Kebijakan Fiskal bertema “Peran Kebijakan Fiskal dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kampus FEB Unud Sudirman dan diikuti pula secara daring melalui Zoom Meeting.
Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya CPFR dalam memperkuat kolaborasi antara Kementerian Keuangan dan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan literasi dan kajian kebijakan fiskal. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika Universitas Udayana diajak memahami peran kebijakan fiskal serta APBN dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan, dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Narasumber pertama, Ida Ayu Meisthya Pratiwi, Dosen FEB Universitas Udayana, menyampaikan materi “Kebijakan Fiskal di Negara Importir Minyak: Mengurai Hubungan Makroekonomi, Ekspektasi Inflasi, dan Transisi Energi Hijau.” Ia menyoroti pentingnya kebijakan fiskal yang adaptif dalam menghadapi volatilitas harga minyak global, tekanan inflasi, serta kebutuhan mendukung transisi energi hijau.
Materi kedua disampaikan oleh Dewi Puspita, Analis Kebijakan Ahli Madya di Direktorat Strategi APBN, DJSEF, dengan topik “Strategi Kebijakan Fiskal untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Akselerasi Kesejahteraan.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kebijakan fiskal tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan, mendukung program prioritas, serta memperkuat perlindungan masyarakat.
Ia menegaskan, “strategi mitigasi untuk menjawab semua tantangan dinamika volatilitas harga dan dukungan program prioritas. APBN menjadi shock absorber, agent of development, dan juga fiscal sustainability. Sinergi dan kolaborasi fiskal dan moneter juga pusat daerah bersama-sama melakukan implementasi kebijakan fiskal secara komprehensif.”
Sementara itu, Made Cana Armaya, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali, membawakan materi “Peran Kebijakan Fiskal dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi.” Ia menekankan peran APBN dalam menjaga daya beli masyarakat, mendukung pembangunan, dan memperkuat stabilitas ekonomi nasional.
Kegiatan ini berlangsung interaktif melalui sesi diskusi antara narasumber dan peserta. Mahasiswa serta sivitas akademika FEB Unud antusias mengajukan pertanyaan seputar arah kebijakan fiskal Indonesia, dampak volatilitas harga minyak terhadap perekonomian, peran APBN dalam menjaga stabilitas, serta tantangan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kuliah umum ini, CPFR dan FEB Universitas Udayana berharap sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi semakin kuat dalam mendukung peningkatan literasi fiskal. Forum ini juga diharapkan menjadi ruang dialog akademik yang mampu mendorong lahirnya gagasan konstruktif mengenai kebijakan fiskal, stabilitas ekonomi, dan pembangunan nasional. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Keuangan dalam memperluas edukasi publik di bidang fiskal. Dengan melibatkan mahasiswa dan sivitas akademika, pemahaman mengenai peran APBN sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi masyarakat, dan mendukung kesejahteraan berkelanjutan diharapkan semakin meningkat. (atn/mdf)







