Kajian
Waspadai Krisis Lanjutan Pasca Bailout Yunani
Makmun (2010)
Akhirnya negara-negara zona euro memenuhi janji mereka untuk mengucurkan paket dana pinjaman darurat (bailout) bagi Yunani sebesar USD 18 miliar atau setara 14,5 miliar euro. Dana ini telah ditransfer ke Yunani, sehingga diharapkan negara ini terhindar dari gagal bayar obligasi berjangka waktu 10 tahun senilai USD 10,6 miliar yang jatuh tempo Rabu 19 Mei 2010. Sebelumnya, Yunani telah menerima dana ...
Kawasan Ekonomi Khusus Tidak Cukup Dengan Insentif Fiskal
Triyono Utomo, Ragimun (2010)
Sudah hampir satu tahun dikeluarkannya UU Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), namun belum menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang signifikan, termasuk proposal 48 daerah atau kawasan yang berkeinginan memiliki status KEK. Keinginan 48 kawasan lainnya tersebut tentu harus diapresiasi karena bila disetujui, kawasan atau daerah tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai penyebaran pusat-pusat pertumbuhan. Tetapi yang lebih penting ...
Mahalnya Harga Sebuah Stabilitas Ekonomi
Muhammad Romli (2010)
Seperti telah diperkirakan, realisasi anggaran Bank Indonesia (BI) pada tahun buku 2009 kembali mengalami defisit. Dalam laporan keuangan BI yang dipublikasikan pada 14 Mei lalu, defisit BI pada tahun 2009 mencapai lebih dari Rp1 triliun.Ini terjadi karena beban BI jauh lebih besar ketimbang penerimaannya. Dari sisi beban, biaya terbesar adalah untuk biaya pengendalian moneter, khususnya pembayaran bunga Sertifikat Bank Indonesia ...
Memacu tax ratio untuk hindari jebakan utang
Makmun (2010)
Setelah berakhirnya era kejayaan minyak, kini pajak menjadi mesin penghasil penerimaan negara. Ke depan peranan pajak akan semakin penting, mengingat perekonomian Indonesia masih dalam tahap recovery pascakrisis global. Dewasa ini pajak memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara yang paling besar yakni mencapai 67,8% (2009). Meski demikian, pajak belum dapat berperan secara maksimum. Hal ini dapat dibuktikan dari tax ratio di Indonesia ...
Kerja sama Keuangan Internasional Pasca Mundurnya Ibu Sri Mulyani
Eko Nugroho (2010)
“Ibu Sri Mulyani kita kenal sebagai ujung tombak dalam diplomasi pada tingkat Internasional, utamanya dalam forum G-20 dan tentunya sejumlah forum penting lainnya� (Presiden SBY, 5 Mei 2010). Demikian sekelumit pernyataan Presiden SBY dalam tanggapan atas pengunduran diri Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menkeu Kabinet Indonesia Bersatu II. Begitu pentingnya Presiden melihat kerja sama keuangan internasional, hingga di akhir pernyataan ...