Hillary Respons Permintaan RI

Jakarta (Sindo) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Rodham Clinton merespons permintaan fasilitas pendukung cadangan devisa yang diajukan Pemerintah Indonesia.

Hillary berjanji segera membahas permintaan bilateral swap arrangement itu dalam pertemuan di Washington,AS. ”Kemarin Menlu Hassan Wirajuda menyampaikan ke Hillary Clinton dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menyampaikan. Dia (Hillary) akan membawa masalah ini ke Washington,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sri Mulyani Indrawati seusai mendampingi Presiden SBY menerima kunjungan Hillary Clinton di Kantor Kepresidenan, Jakarta,kemarin.

Hillary tiba di Kantor Kepresidenan pukul 10.00 WIB, didampingi pejabat Deplu AS. Pertemuan Presiden SBY dan Menlu Hillary Clinton berlangsung selama 45 menit. Turut hadir dalam pertemuan itu, Menko Polhukam Widodo AS, Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati,Mensesneg Hatta Rajasa, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Sri Mulyani menuturkan, krisis finansial global saat ini memengaruhi seluruh negara, baik dari sisi likuiditas maupun stabilitas mata uang. Karena itu, penting bagi semua negara untuk mendapatkan jaminan ketersediaan likuiditas. ”AS kan merupakan negara yang bisa menyuplai dolar lebih banyak karena memang dia yang mencetak dolar,”ujarnya.

Indonesia sebagai negara berkembang, menurut Sri Mulyani, akan memiliki stabilitas yang lebih terjamin apabila mendapat dukungan bilateral dari AS. ”Dari sisi semacam swap yang bisa di-arrange.Sama seperti yang kita lakukan dalam Chiang Mai Initiative dengan ASEAN Plus Three,” tutur Sri Mulyani.

Bilateral swap arrangement lebih dimaksudkan sebagai dana cadangan dan untuk memberikan ketenangan kepada pasar bahwa likuiditas bank sentral cukup untuk menjalankan fungsinya sebagai otoritas moneter.Fasilitas swap tersebut dapat dimanfaatkan apabila suatu negara memerlukan likuiditas jangka pendek.

Dalam kerangka Chiang Mai Initiative, total perjanjian bilateral swap arrangement Indonesia dengan negara Plus Three (Jepang, China, dan Korea Selatan) telah mencapai USD12 miliar. Sri Mulyani menambahkan, dalam pertemuan kemarin, Hillary menyatakan pentingnya menjaga stabilitas dan kinerja perekonomian Indonesia.

”AS memberikan simpati dan dukungan terhadap kinerja yang selama ini dicapai Indonesia,” ujar Sri Mulyani. Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal mengatakan, Indonesia dan AS sepakat meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara. Menurut Dino, perdagangan antaraIndonesiadan AStahun lalu mencapai USD20,1 miliar, sedangkannilaiinvestasi ASdi Indonesia tahun 2008 mencapai USD10,6 miliar.

”Peringkatnya adalah nomor 13. Presiden ingin agar dalam suasana ekonomi,baik di AS maupun di Indonesia yang sulit untuk tahun ini maupun tahun mendatang, kerja sama ekonomi ini jangan sampai dikendurkan, tapi malah perlu terus diaktifkan,” ujarnya.

Selain itu, kata Dino, dalam pertemuan itu, Presiden SBY menekankan perlunya peningkatan kerja sama di bidang pendidikan.Presiden menghargai adanya beasiswa Fullbright dan penandatanganan kerja sama Aminef antara AS dan Indonesia.

Kecewa soal Palestina

Di bagian lain, Presiden SBY mengaku kecewa dengan kegagalan Palestina menjadi negara merdeka. Dalam pertemuan kemarin, Presiden menekankan agar kemerdekaan Palestina dapat segera direalisasi. Dino mengatakan, AS memberikan perhatian besar pada upaya penyelesaian konflik di Palestina.

Karena itu, Presiden SBY menekankan kepada AS perlunya percepatan upaya merealisasikan negara Palestina yang berdaulat dan merdeka. ”Hal ini (perdamaian di Palestina) juga merupakan suatu kebijakan Presiden Obama dan Menlu Hillary Clinton. Sebagaimana diketahui, tujuan untuk menjadikan negara Palestina ini ditargetkan tahun 2008, tapi karena berbagai hal,ini tidak terjadi,”ujar Dino.

Menurut Dino, Indonesia akan berpartisipasi dalam pertemuan rekonstruksi Gaza di Mesir yang akan dihadiri Hillary Clinton. Presiden telah menunjuk Menko Kesra Aburizal Bakrie untuk memimpin delegasi Indonesia dalam acara yang akan berlangsung pada tanggal 2 Maret mendatang.

Mengenai kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia, Dino mengatakan bahwa undangan resmi kepada Presiden Obama telah disampaikan melalui telepon saat Presiden SBY berada di Seattle,November tahun lalu.

Presiden SBY berharap Obama dapat mengunjungi Indonesia, terutama menjelang berlangsungnya KTT APEC di Singapura, November mendatang.Undangan ini, menurut Dino, disampaikan kembali secara resmi kepada Menlu Hillary Clinton. ”Presiden SBY menekankan bahwa Presiden Obama akan disambut dengan hangat oleh rakyat Indonesia,” tandasnya. (rarasati syarief/okezone)