PMI Manufaktur Ekspansif, Neraca Perdagangan Tetap Surplus dan Inflasi Terjaga

Jakarta, (02/12/2025) – Perekonomian Indonesia kembali menunjukkan momentum positif. Hal ini terlihat dari beberapa indikator seperti PMI manufaktur yang terus ekspansif, neraca perdagangan yang tetap surplus, dan inflasi yang terjaga.

Aktivitas manufaktur kembali ekspansif dengan PMI November 2025 berada di level 53,3, didorong kuatnya permintaan domestik. Negara mitra dagang utama seperti India, Amerika Serikat, dan sejumlah negara ASEAN juga mencatatkan ekspansi, memberi sinyal peluang peningkatan ekspor ke depan.

Neraca perdagangan hingga Oktober 2025 tetap kuat dengan surplus USD35,9 miliar, tumbuh 44,1% dibandingkan tahun lalu. Surplus terbesar berasal dari sektor nonmigas. Ekspor kumulatif naik 7%, terutama ditopang lonjakan ekspor industri pengolahan serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kenaikan impor barang modal sebesar 18,7% turut mencerminkan peningkatan kapasitas produksi.

Inflasi November tercatat 2,72% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya seiring meredanya tekanan harga pangan. Meskipun begitu, pemerintah terus mengantisipasi terjadinya gejolak harga seiring masuknya musim hujan yang dapat berdampak pada produksi pangan.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen terus memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui stimulus kuartal IV/2025, dorongan ekspor bernilai tambah, serta penjagaan sektor padat karya agar kontribusinya pada perekonomian tetap optimal.

Selain itu, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, pemerintah akan memastikan pasokan pangan bagi masyarakat tetap aman, termasuk untuk memenuhi kebutuhan program prioritas di tengah potensi gangguan cuaca. Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga akibat cuaca ekstrem, seperti operasi pasar, penguatan stok, penyediaan cadangan pangan, dan intervensi harga. (cs/strkm)