Pertumbuhan Ekonomi Tetap Solid pada Triwulan III-2025
Jakarta, (21/11/2025) - Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2025 menunjukkan kinerja yang stabil dan berada pada jalur positif. Pertumbuhan tersebut didorong oleh penguatan permintaan domestik, ketahanan investasi, perbaikan ekspor-impor, serta akselerasi belanja pemerintah. Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN KiTa yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (20/11).
Menkeu menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjaga selama triwulan ketiga menunjukkan fondasi kuat ekonomi Indonesia. Konsumsi rumah tangga tetap kuat dan menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi. Menurutnya, daya beli yang terjaga dan aktivitas masyarakat yang meningkat telah memberi kontribusi besar terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Di sisi eksternal, kinerja ekspor tumbuh 9,91% menunjukkan perbaikan, sementara impor tumbuh lebih rendah sehingga menciptakan kontribusi positif dari net ekspor. Kondisi ini memperkuat keseimbangan ekonomi dan membantu menjaga ketahanan sektor eksternal Indonesia.
Purbaya juga menyoroti perkembangan positif di berbagai sektor produksi. Sektor manufaktur tumbuh 5,54%, sektor perdagangan meningkat 5,49%, dan konstruksi tumbuh stabil 4,2%. Selain itu, sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan sebesar 9,65%, sementara sektor transportasi mengalami peningkatan signifikan hingga 8,62% seiring tingginya aktivitas logistik dan distribusi barang. Sektor pertanian pun tumbuh kuat 4,93% meningkat tajam dari periode sebelumnya.
Pada sisi fiskal, pemerintah terus mempercepat realisasi belanja APBN #UangKita untuk memastikan program prioritas berjalan efektif. Konsumsi pemerintah tercatat tumbuh 5,49%, berbalik arah dari kontraksi pada triwulan I (-1,37%) dan triwulan II (-0,33%). Akselerasi ini menjadi salah satu penopang utama penguatan ekonomi pada triwulan ketiga.
Investasi atau Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh stabil pada 5.04%, mencerminkan meningkatnya keyakinan pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi domestik. Pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi melalui penyederhanaan kebijakan, percepatan proyek strategis nasional, dan dukungan fiskal yang terarah.
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjalankan kebijakan fiskal yang adaptif. Sinergi kebijakan antara pemerintah, otoritas moneter, dan otoritas sektor keuangan akan diperkuat untuk memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga. Ia juga menekankan bahwa APBN akan terus diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.
Dalam penutupannya, Purbaya menyatakan bahwa kinerja ekonomi yang solid pada triwulan III-2025 menunjukkan efektivitas APBN sebagai instrumen stabilisasi. Pemerintah optimistis tren positif ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun melalui percepatan belanja, penguatan sektor produksi, dan peningkatan kualitas kebijakan fiskal. (aa/mbp)







