Kelas GrowLab “Simulate to Elevate” Bekali Mahasiswa PKN STAN Simulasikan Dampak Kebijakan Fiskal dengan Tabel Input-Output
Tangerang Selatan, (13/02/2026) — Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) bersama PKN STAN menyelenggarakan Kelas GrowLab bertema “Simulate to Elevate” pada Jumat, 13 Februari 2026 di Ruang Kelas Gedung N Lantai 6 PKN STAN. Kegiatan ini dirancang sebagai “laboratorium gagasan” untuk memperkuat kemampuan teknis mahasiswa dalam menganalisis keterkaitan antar sektor ekonomi dan mengukur multiplier effect kebijakan fiskal secara lebih presisi.
Kelas GrowLab menekankan praktik penggunaan Tabel Input-Output (IO) dan Model Leontief Kuantitas untuk memproyeksikan dampak kebijakan terhadap PDB sektoral serta penyerapan tenaga kerja.
Melalui pendekatan Simulate to Elevate, peserta didorong untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguji berbagai skenario kebijakan berbasis data dan menyusun rekomendasi evidence-based policy.
Materi yang diberikan mencakup konsep PDB dan PDB sektoral, struktur dan cara kerja Tabel IO (transaksi antara, permintaan akhir, dan input primer), serta mekanisme transmisi kebijakan fiskal ke perekonomian. Pada sesi praktik, peserta dibagi dalam kelompok untuk menganalisis scenario riil mengenai kebijakan pemerintah. Analisis difokuskan pada dampak langsung dan tidak langsung (spillover), proyeksi perubahan output (PDB sektoral), serta dampak terhadap tenaga kerja.
Kegiatan ini diikuti oleh para mahasiswa Semester VII Program Studi Manajemen Keuangan Negara (MKN) dan terbagi daalam kelas-kelas. Setiap kelas didampingi oleh dua tutor dari DJSEF untuk memandu simulasi dan presentasi hasil analisis kelompok.
Suasana kelas berlangsung interaktif karena presentasi disampaikan bergantian antar kelompok, sehingga peserta tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan dari pagi hingga sore. Sesi praktik juga membantu peserta memahami penerapan input-output dalam konteks nyata. Elsya, salah satu peserta kelas Growlab menuturkan, “Presentasinya bergantian, jadi tidak bosan karena yang disampaikan juga berbeda-beda. Sebenarnya input-output sudah dipelajari di kelas, tetapi di sini jadi lebih memahami implementasinya di dunia nyata dan bagaimana kebijakan berpengaruh.”
Melalui GrowLab, diharapkan mahasiswa semakin terampil membaca “peta” keterkaitan antar sektor, mengidentifikasi sektor kunci lewat backward-forward linkages, dan merumuskan saran kebijakan yang lebih tajam karena berpijak pada hasil simulasi kuantitatif. (ATN)







