Badan Kebijakan Fiskal Ikut Berpartisipasi Pada Pameran Infrastruktur Asia 2010
Pada tanggal 14 s/d 17 April 2010, bertempat di Jakarta Internasional Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Pemerintah Indonesia menggelar Konferensi Setingkat Menteri Asia Pasifik dalam skema Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) pada Pembangunan Infrastruktur 2010 (Asia-Pacific Ministerial Conference on Public Private Partnership for Infrastructure Development - APMC PPP 2010) dan Pameran Infrastruktur Asia 2010 (Infrastructure Asia Exhibition 2010) dengan tema “Membangun Infrastruktur Asia�.Dalam Pameran Infrastruktur Asia 2010, Badan Kebijakan Fiskal bersama dengan beberapa Unit Eselon I Kementerian Keuangan ikut berpartisipasi dalam mengisi stan Kementerian Keuangan. Kehadiran Badan Kebijakan Fiskal dalam stan Kementerian Keuangan cukup mendapat perhatian dari pengunjung pameran.
Melalui Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (PPRF), Badan Kebijakan Fiskal, pengunjung stan mendapat tayangan dari layar monitor dan penjelasan yang komprehensif tentang komitmen pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur. Komitmen pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi tugas Kementerian Keuangan, terdiri dari:
(1) dukungan pemerintah;
(2) penjaminan infrastruktur; dan
(3) pembiayaan/belanja infrastruktur.
Skema Komitmen Pemerintah tersebut ditayangkan secara sistematis dengan bantuan media LCD sehingga mempermudah stakeholder untuk mengetahui mekanisme kebijakan Pemerintah, dasar hukum dan proses pemberian dukungan dan jaminan Pemerintah pada proyek infrastruktur baik melalui skema KPS maupun non KPS. Melalui Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM), Badan Kebijakan Fiskal, pengunjung juga dapat melihat Economic Executive Dashboard (EED). EED adalah sebuah sistem pemantauan dini ekonomi makro Indonesia secara terkini (real time) yang berbasis pada teknologi informasi dan disajikan dalam bentuk tampilan berupa dashboard. EED terdiri dari 5 instrumen indikator utama, yaitu: (1) pasar (2) makro ekonomi (3) fiskal (4) moneter dan (5) modeling (what if analysis). Dengan adanya EED, pengunjung dapat mengetahui bagaimana pemerintah memonitor kondisi perekonomian dan menyusun kebijakannya. (aam)