Kuliah Kerja Lapangan FE Universitas Negeri Malang di Badan Kebijakan Fiskal

Pada hari Rabu (6/10), bertempat di ruang rapat Fiskal lantai 3, Gedung R.M. Notohamiprodjo Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu), berlangsung Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang (FE UM) dengan pokok bahasan mengenai kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Rombongan peserta KKL ini terdiri dari 1 dosen, 35 mahasiswa, dan 2 staf pendamping. Sebagai pembawa acara adalah Aan Rustandi, staf Sekretariat BKF. KKL ini dibuka oleh Endi Achmadi, Kepala Bidang Data dan Informasi Sekretariat BKF, mewakili Sekretaris BKF. Dalam sambutannya, Endi Achmadi menyampaikan ucapan selamat datang kepada rekan-rekan dari FE UM dan meminta para peserta untuk memanfaatkan KKL ini sebaik-baiknya guna menambah pengetahuan mengenai kebijakan APBN. Turut memberikan sambutan adalah Dwi Wulandari, dosen dari FE UM sekaligus pimpinan rombongan peserta KKL. Dalam sambutannya, Dwi Wulandari menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan oleh BKF dan mengharapkan kegiatan ini benar-benar dapat menambah pengetahuan para peserta KKL.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pembicara. Pembicara adalah Widiyanto, Kepala Bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Pusat Kebijakan APBN (PKAPBN) BKF. Tampil sebagai moderator adalah Achmad Budi Setyawan, Kepala Subbidang Penerimaan Sumber Daya Alam Bidang PNBP PKAPBN BKF. Dalam paparannya, Widiyanto menyampaikan pembahasan mengenai kebijakan APBN secara komperehensif meliputi fungsi APBN, proses penganggaran dalam APBN, serta konsep dan arah kebijakan fiskal yang terdiri dari kebijakan perpajakan, PNBP, perkembangan belanja, celah fiskal (fiscal space) dan kebijakan pembiayaan.

Selanjutnya diadakan sesi tanya jawab antara pembicara dan peserta KKL. Beberapa pertanyaan diajukan oleh para peserta diantaranya mengenai kebijakan pembiayaan/utang pemerintah, gambaran APBN 2011, cadangan fiskal yang disediakan oleh pemerintah serta alokasi anggaran yang lebih efisien dan efektif. Atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, para peserta KKL memperoleh penjelasan yang lengkap dan komprehensif dari pembicara. Acara kemudian diakhiri dengan saling tukar cidera mata dari kedua belah pihak dan foto bersama.(mi)