Seminar Pengelolaan Risiko Fiskal Sebagai Salah Satu Instrumen Mitigasi Risiko

Medan (07/06): Bertempat di Novotel International Hotel Medan, Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (PPRF) BKF kembali menyelenggarakan Seminar bertajuk Pengelolaan Risiko Fiskal sebagai Salah Satu Instrumen Mitigasi Risiko. Seminar ini dihadiri oleh kurang lebih 68 peserta yang terdiri dari perwakilan berbagai instansi vertikal Kementerian Keuangan, instansi daerah, dan para akademisi di Sumatera Utara. Seminar dibuka dengan keynote speech  oleh Freddy R. Saragih sebagai kepala PPRF, BKF dilanjutkan oleh pembahasan topik seminar oleh para pembicara yang dimoderatori oleh Sri Bagus Guritno sebagai Kepala Bidang Peraturan PPRF

Pembahas pertama, Riko Amir sebagai Kepala Bidang Analisis Risiko Dukungan Pemerintah menyampaikan topik tentang overview kebijakan fiskal. Dimana Riko menyampaikan pendahuluan mengenai risiko fiskal, sekilas fungsi unit PPRF, serta pengelolaan risiko fiskal Pemerintah. Pembahas kedua, Hidayat Amir, peneliti PPRF menyampaikan paparan tentang APBN-P 2012 dan mitigasi risiko kenaikan harga BBM, Hidayat kembali mengulas tentang latar belakang APBN-P 2012, pokok-pokok perubahan APBN 2012, tantangan penyesuaian harga BBM dan risiko penundaannya. Adapun Eko Nur Surachman yang menjabat kepala subbidang Risiko Transportasi sebagai pembahas terakhir menyampaikan paparan tentang peranan dan fasilitas fiskal pemerintah dalam pembangunan Infrastruktur di Indonesia. Lebih lanjut Eko membahas tentang potensi risiko dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Sumatera Utara seperti rencana pengembangan bandara, proyek jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, Proyek Pembangkit listrik Tenaga Air (PLTA) Wampu, Pembangkit Listrik Panas Bumi Sarulla dan lain-lain. Eko juga membahas dukungan dan jaminan dari Kementerian Keuangan sebagai wakil dari pemerintah dalam memberikan insentif yang diperlukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur-infrastruktur tersebut. 

Setelah semua topik bahasan disampaikan, moderator menyampaikan garis besar kembali pokok-pokok  bahasan yang telah dipaparkan sebelumnya sekaligus membuka sesi tanya jawab bagi para peserta yang dibagi menjadi dua sesi. Adapun pertanyaan yang datang dari peserta cukup beragam, diantaranya masih terkait dengan kebijakan pemerintah-DPR terkait BBm, kebijakan ekspor impor dan lain-lain. Seminar ini kemudian ditutup oleh Freddy F. Saragih yang memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta dalam seminar kali ini pada pukul 13.30 WIB. (ds/pna)