International Conference On Scaling Up Infrastructure Investment In Asia Pasific
Denpasar (2/10), Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan bekerja sama dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan PT Penjaminan Infrastruktrur Idonesia (Indonesia Infrastructure Guarantee Fund/IIGF) mengadakan pertemuan/konferensi internasional bertema “ International Conference On Scaling Up Infrastructure Investment In Asia Pasific “ bertempat di Padma Resort, Bali. Konferensi ini dihadiri oleh perwakilan lembaga internasional seperti IMF, World Bank, OECD, dan lembaga pemerintah dan swasta yang terkait masalah infrastruktur. Konfrensi dibuka oleh Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar.
Agenda pertemuan dibagi empat sesi. Pada sesi pertama, topik yang dibahas adalah mengenai aspek-aspek makro ekonomi dalam investasi infrastruktur (Macroeconomic Aspects of Infrastructure Investment). Sesi ini dimoderatori oleh Bapak Mahendra Siregar, Wakil Menteri Keuangan. Menghadirkan dua pembicara yaitu Mr. Dirk Muir, Economist Research Departement dari International Monetary Fund (IMF) dan Mr. Jeffrey D. Lewis, Director Economic Policy and Debt Management dari World Bank. Beberapa hal yang dibahas antara lain adalah terdapatnya gap demand infrastruktur antara kawasan secara global dan kawasan Asia Pasific, dampak jangka pendek pengeluaran infrastruktur pada kebutuhan global dan regional, dan ketersediaan infrastruktur terhadap potensial pertumbuhan ekonomi.
Pada sesi kedua, topik yang dibahas adalah hal-hal yang berkaitan dengan Meningkatkan Skala Pembiayaan Investasi Infrastruktur (Financing Scaling Up of Infrastructure Investment). Pada sesi ini, dibahas tentang bagaimana membangun mekanisme pembiayaan pada skala global dan regional serta peran pembiayaan dalam negeri dan swasta. Sesi ini dimoderatori oleh Dr. Julius Caesar Parrenas (Advisor on International Affairs, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. / Senior Advisory Fellow, Institute for International Monetary Affairs and International Adviser for APEC Business Advisory Council). Sesi ini diisi oleh lima pembicara yaitu Kamran Khan (Program Director, Global Infrastructure Finance Centre of Excellence World Bank – Singapore Urban Hub), Freddy R. Saragih (Head of Center for Fiscal Risk Management, Fiscal Policy Office, Indonesia), Trevor Lewis (Asian Development Bank), Emma Sri Martini (President Director, PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI)), dan Nicolas Pinaud (Deputy Head of OECD Sherpa Unit).
Pada sesi ketiga, membicarakan tentang proyek–proyek infrastruktur yang layak dibiayai oleh perbankan, dimoderatori oleh Dr. Lukita Tuwo (Vice Minister Of Planning, Indonesia) dan 2 pembicara yaitu Mr. John Walter dari Asia Pasific Infrastructure Panel Members/Senior Partner, Corrs Chamber Westgarth dan Ibu Sinthya Roesly dari CEO PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia/ IIGF.
Sesi terakhir, yaitu sesi Summary and Next Steps disampaikan oleh Bapak Fredy R Saragih dan Dr Julius Caesar Parrenas.(EA/AP)



