Sosialisasi Kebijakan Fiskal Pada Kunjungan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI)
Jakarta (05/07): Dalam rangka meng-update informasi stakeholders terkait perkembangan kebijakan fiskal terkini, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan kembali mengadakan sosialisasi kebijakan fiskal bertempat di Aula Serba Guna, Gedung R.M. Notohamiprodjo Lantai 2. Sosialisasi kali ini dilaksanakan pada kunjungan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) ke BKF. FoSSEI merupakan forum komunikasi yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa studi ekonomi islam dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia.
Sosialisasi yang dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta ini dimulai dengan sambutan oleh Endi Achmadi, Kepala Bagian Data dan Informasi, Sekretariat BKF, yang mewakili Sekretaris BKF. Dalam sambutannya, Endi Achmadi mengawali dengan mengenalkan struktur organisasi Kementerian Keuangan secara garis besar. Kemudian Endi menjelaskan secara lebih rinci mengenai visi dan misi, tugas pokok dan fungsi, struktur organisasi, dan karakteristik BKF sebagai salah satu unit eselon I di Kementerian Keuangan.
Sosialisasi kali ini menghadirkan 2 (dua) narasumber, yaitu Waskito Prayogi, Kepala Seksi Penyusunan Belanja Subsidi, Subdirektorat Belanja Negara III, Direktorat Penyusunan APBN, Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) yang menyampaikan terkait APBN-P 2013 dan Perkembangan Subsidi BBM; dan Ronald Yusuf, Kepala Subbidang Risiko Ekonomi, Bidang Analisis Risiko Ekonomi, Keuangan dan Sosial, Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (PPRF) BKF yang menyampaikan terkait Kebijakan Program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) serta dimoderatori oleh Endi Achmadi.
Narasumber pertama, Waskito Prayogi mengawali pemaparannya dengan menyampaikan siklus penyusunan APBN sebagai pendahuluan. Kemudian Waskito melanjutkan dengan menjelaskan pokok-pokok perubahan pada APBN-P 2013. APBN-P diperlukan dalam rangka mengakomodasi perubahan-perubahan asumsi dasar ekonomi makro yang ada pada APBN 2013 diantaranya terkait perubahan asumsi pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, inflasi, harga minyak dunia, dan lifting minyak dan gas. Perubahan-perubahan asumsi tersebut mempengaruhi Postur APBN yang terdiri dari pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Terkait perkembangan subsidi BBM, Waskito menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM bersubsidi yang dilakukan pemerintah merupakan salah satu kebijakan yang sangat penting dalam menstabilkan APBN. Kebijakan ini juga dilakukan dalam rangka mengubah paradigma mengenai subsidi yang seharusnya benar-benar dinikmati oleh masyarakat tidak mampu. Subsidi BBM yang selama ini diberikan cenderung tidak tepat sasaran karena sebagian besar dinikmati oleh orang mampu. Hal ini menimbulkan ketidakadilan. Akan lebih baik apabila anggaran subsidi BBM ini dialihkan untuk mendanai program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat miskin.
Narasumber kedua, Ronald Yusuf mengawali dengan menjelaskan mengenai dasar hukum mengenai SJSN. Berdasarkan undang-undang, SJSN ini akan diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang mencakup jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, kematian, pensiun, dan hari tua. Adapun prinsip dari SJSN pada umumnya adalah kegotongroyongan, nirlaba, dan wajib. Ronald kemudian menjelaskan mengenai persiapan BPJS dalam menjalankan sistem jaminan tersebut mulai dari tahap operasionalisasi BPJS hingga peraturan pelaksanaan yang diperlukan dalam implementasi dari BPJS tersebut. Ronald juga menjelaskan terkait pengelolaan dana jaminan social menurut UU SJSN dan UU BPJS. Ronald kemudian mengakhiri presentasinya dengan menjelaskan terkait risiko fiskal dari penyelenggaraan jaminan sosial tersebut.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang merupakan bagian akhir dari sosialisasi ini. Antusiasme para peserta sosialisasi sangat baik pada sesi ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada para narasumber terutama terkait masalah yang sedang booming akhir-akhir ini yaitu subsidi BBM. Sosialisasi akhirnya ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator dan pemberian cindera mata kepada para peserta yang telah mengajukan pertanyaan. (mi/atn)




