Rangkaian APEC Finance Ministers Meeting (FMM) 2015 Mactan, Cebu, Filipina, 9 - 11 September 2015

Pada tanggal 9 – 11 September 2015, bertempat di Shangri-La Mactan Resort and Spa, Cebu, Filipina telah diselenggarakan Rangkaian APEC Finance Ministers’ Meeting (FMM) 2015. Rangkaian kegiatan tersebut terdiri dari 3 pertemuan yaitu (i) APEC Senior Finance Officials’ Meeting (SFOM) merupakan pertemuan antar pejabat Keuangan APEC setingkat Direktur (Eselon 2), dilaksanakan pada tanggal 9 September 2015; (ii)  APEC Central Bank and Finance Deputies’ Meeting merupakan pertemuan antar pejabat Keuangan dan Bank Sentral APEC setingkat Deputi (Eselon 1), dilaksanakan pada tanggal 10 September 2015; dan (iii) APEC Finance Ministers’ Meeting merupakan pertemuan antar pejabat setingkat Menteri Keuangan, dilaksanakan pada tanggal 10 – 11 September 2015.

Rangkaian pertemuan ini dihadiri oleh delegasi dari 21 Ekonomi APEC beserta perwakilan dari Lembaga Internasional seperti APEC Business Advisory Council (ABAC); APEC Policy Study Unit (PSU); Asian Development Bank (ADB); International Monetary Fund (IMF); Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD); and World Bank (WB).

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Keuangan dengan anggota delegasi terdiri dari Bapak Johny J. Lumintang, Duta Besar Indonesia untuk Republik Filipina, Republik Marshall Islands dan Republik Palau; Bapak Andin Hadiyanto, Staff Ahli Menteri Keuangan Bidang Makroekonomi dan Keuangan Internasional; Bapak Arif Baharudin, Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal, BKF; Bapak Irfa Ampri, Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), BKF; beserta staf dari PKRB, Bank Indonesia, Kementerian Luar Negeri, dan KBRI Manila.

Cebu Action Plan (CAP)

Pada keketuaannya tahun ini, Filipina mengangkat tema Building an Inclusive Economics, Building a Better World dengan 4 agenda utama yang dirangkum dalam Cebu Action Plan (CAP). CAP merupakan sebuah roadmap yang bersifat sukarela dan tidak mengikat seperti halnya nature forum kerja sama APEC. Adapun tujuan CAP adalah untuk membangun Komunitas Keuangan APEC yang makmur, terintegritas, transparan, resilient, dan terhubung. Keempat agenda (empat pilar) yang diusung oleh Filipina dalam CAP adalah:

  1. Promoting Financial Integration
  2. Advancing Fiscal Reforms and Transparency
  3. Enhancing Financial Resilience 
  4. Accelerating Infrastructure Development and Financing

 

Joint Ministerial Statement

Hasil rangkaian pertemuan tersebut terangkum dalam Joint Ministerial Statement yang antara lain berisi tentang kesepakatan para Menteri Keuangan APEC untuk:

 

  1. Mempertahankan kebijakan fiskal yang fleksible guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja serta menjaga keberlangsungan fiskal.
  2. Menjaga komitmen atas kebijakan moneter dan nilai tukar dengan tidak melakukan perlombaan devaluasi mata uang dan menolak segala bentuk proteksionisme.
  3. Mengatasi pelemahan ekonomi dan menciptakan sumber-sumber pertumbuhan baru melalui reformasi struktural.
  4. Menciptakan pasar keuangan yang terintegrasi, efisien, inovatif, kompetitif, dan inklusif untuk mendorong pertumbuhan di Asia Pasifik dengan mempertimbangkan perlindungan investor, integritas pasar, peraturan yang berlaku, monitoring de-risking, dan stabilitas keuangan.
  5. Mendukung pembiayaan perdagangan dan supply chain, dan alternatif pembiayaan APEC lainnya untuk memfasilitasi perdagangan dan investasi antar kawasan, meningkatkan integrasi, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif.
  6. Meningkatkan inklusi keuangan melalui peningkatan literacy keuangan guna membangun ekonomi yang inklusif dan menciptakan kesempatan yang lebih besar di APEC.
  7. Mendorong ekonomi APEC mengembangkan dan berbagi tentang program-program yang bertujuan untuk  menurunkan biaya transaksi remittance hingga 5%.
  8. Berbagi ilmu tentang best practices dalam hal kerangka investasi publik dan berusaha mencapai standar internasional dalam hal transparansi fiskal.
  9. Mendorong dan meyakinkan para pemimpin ekonomi APEC untuk mengurangi/ menghapuskan subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien namun dengan tetap memperhatikan ketersediaan energi untuk hal-hal yang esensial.
  10. Berkerja sama untuk menghapuskan penghindaran dan penggelapan pajak.
  11. Menjaga ruang fiskal yang cukup dan membangun pasar modal yang lebih dalam (deeper) serta terus bekerjasama dalam hal kebijakan makroekonomi; diantaranya dengan berbagi pengetahuan tentang kerangka kebijakan macroprudential dan ketahanan terhadap volatilitas aliran modal eksternal.
  12. Mengembangkan inovasi-inovasi pembiayaan resiko dan mekanisme asuransi  bencana serta instrumen transfer resiko yang tersedia di pasar modal.
  13. Mendukung pengembangan roadmap untuk meningkatkan infrastruktur keuangan kawasan dalam memperkuat ketahanan keuangan.
  14. Mendorong usaha-usaha untuk mempromosikan pasar yang deep and liquid melalui perbaikan akses partisipan terhadap hedging instruments dan informasi pasar yang relevan.
  15. Mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas dikawasan APEC untuk menunjang pemulihan dan keberlangsungan pertumbuhan ekonomi di kawasan.
  16. Memperhatikan APEC Multi Year Plan on Infrastructure Development and Investment (MYPIDI) APEC dan Connectivity Blueprint for 2015-2025 yang telah disahkan masing-masing pada tahun 2013 dan 2014. Kedepannya para Menteri mengharapkan adanya pengembangan portal pengetahuan tentang APEC Public Private Partnership (PPP) dan panduan ringkas standar ketentuan dan praktek PPP. Portal pengetahuan tersebut diharapkan dapat memuat informasi tentang (i) proyek – proyek PPP yang dikerjakan oleh ekonomi APEC; (ii) direktori perusahaan swasta, konsultan, dan tenaga ahli yang terlibat dalam proyek infrastruktur PPP; dan (iii) aspek keuangan dan legalitas instrumen mitigasi resiko publik dan swasta yang tersedia bagi investor infrastuktur di kawasan Asia Pasifik.
  17. Mendorong ekonomi APEC untuk bertukar pengalaman dalam hal memfasilitasi investasi jangka panjang melalui inisiatif PPP dengan menggunakan dana pensiun dan industri asuransi untuk turut aktif dalam investasi infrastrukur.
  18. Berbagi pengalaman dan best practices dalam hal urbanisasi dan pembangunan yang berkelanjutan.
  19. Bekerja sama secara aktif dengan organisasi internasional seperti ABAC, ADB, IMF, OECD, dan WB.

Rangkaian pertemuan ini sekaligus menutup Keketuaan APEC Filipina 2015. Keketuaan APEC 2016 akan di pegang oleh Peru dan APEC FMM 2016 rencananya akan dilaksanakan di Lima pada bulan Oktober 2016.

Bilateral Meeting

Disela-sela pertemuan APEC FMM 2015, Menteri Keuangan juga melakukan beberapa pertemuan bilateral yaitu dengan:

  1. Hong Kong: terkait pendirian Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO) di Jakarta.
  2. OECD: tentang program-program OECD di Indonesia dan Asia Selatan.
  3. Barclays Capital: tentang kondisi pasar terkini dan potensi kerja sama Barclays dengan Kementerian Keuangan.
  4. World Bank: tentang kondisi politik dan ekonomi yang relevan dengan komitmen World Bank dengan Indonesia; progress persiapan Country Partnership Framework (CPF) 2016; dan rencana kunjungan Direktur Eksekutif World Bank ke Jakarta.
  5. ADB: berkenaan dengan pembiayaan program pembangunan dan penerbitan obligasi ADB dalam bentuk Rupiah.