Workshop Accelerating Financial Supports for Sustainable Tourism Development
Bali, (14/12): Kementerian Keuangan melalui Badan Kebijakan Fiskal menyelelenggarakan Workshop Forum Multilateral yang bertema “Accelerating Financial Supports for Sustainable Tourism Development”. Acara ini digelar di Padma Resort Legian, Kuta, Bali.
Acara ini dibuka pada pagi hari oleh Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral (PKPPIM), Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Syurkani, yang menyampaikan beberapa hal mengenai penyelenggaraan kegiatan workshop ini. Kegiatan workshop berlatar belakang bahwa pembangunan pariwisata di Indonesia mengalami beberapa kendala, terutama ketika pembangunan ini didominasi oleh alasan ekonomi daripada alasan untuk menjaga kelestarian budaya, sosial dan lingkungan. Pembangunan pariwisata kadang menimbulkan kerusakan lingkungan atau penurunan kualitas lingkungan. Pada beberapa area pariwisata, pembangunan dari resort dan hotel menimbulkan perubahan yang berdampak negatif pada pantai, laut, hutan dan ekosistem lainnya. Selain itu dampak lainnya juga dapat menimbulkan perubahan dan gangguan tingkah laku pada flora dan fauna yang terdapat di Indonesia. Tema workshop kali ini membahas pembangunan pariwisata yang seharusnya mempertimbangkan isu lingkungan hidup, dimana kita harus mulai mengubah cara pandang pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan seluruh elemen termasuk aspek ekonomi, lingkungan, budaya dan sosial.
Workshop ini mendiskusikan beberapa inisiatif untuk percepatan pendanaan untuk mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan diharapkan dapat menjadi dasar pengetahuan bagi para peserta serta menjadi wadah untuk bertukar pikiran di antara para pembuat keputusan dan para pemangku kepentingan dari pembangunan pariwisata di Indonesia.
Dibagi menjadi dua sesi yang dibawakan secara panel, pada sesi pertama paparan dibawakan oleh tiga orang panelis, yaitu Bertine Kamphuis (World Bank) yang memaparkan “Financing and Delivery Mechanism for Replicating Integrated Tourism Planning and Development”; Doddy Sukardi (National Council on Climate Change/Dewan Nasional Perubahan Iklim) membawakan materi “Biodiversity and Sustainable Tourism Development”; dan Nugroho Setyo (Praktisi Bidang Kepariwisataan di Indonesia) membawakan “Tourism Sector Innovation in Regard to Support Sustainable Tourism Development”. Sesi pertama dipandu oleh Wawan Juswanto, Kepala Bidang Forum Multilateral, BKF.
Selanjutnya, sesi kedua dipandu oleh Kindy Rinaldy Syahrir, Kepala Bidang Kerja Sama International dan Pendanaan Perubahan Iklim, BKF sebagai moderator. Materi pada sesi ini juga dibawakan oleh tiga panelis, Joko Haryanto dengan mengusung tema “Ecological Fiscal Transfer sebagai Mekanisme Pendanaan Pariwisata Berkelanjutan di Daerah”; Anak Agung Gede Yuniartha Putra (Kepala Dinas Provinsi Bali) yang menyampaikan “Kesiapan Daerah dalam Menghadapi Isu Pariwisata Berkelanjutan”; serta Dony Yoesgiantoro (Praktisi Kepariwisataan) dengan materi “Kesiapan Sektor Swasta dalam Mengimplementasikan Pariwisata Berkelanjutan”.
Beberapa pertanyaan dan tanggapan dari peserta workshop di antaranya mengenai upaya untuk mentransformasi sektor pariwisata yang sebagian besar masih bersifat informal menjadi lebih formal sehingga dapat berdampak positif untuk meningkatkan pendapatan negara. Selain itu juga mengenai peningkatan dukungan infrastruktur dan transportasi untuk meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan kepariwisataan dan diskusi mengenai alternatif pola pendanaan dari APBN-APBD untuk mendukung pembangunan kepariwisataan bagi daerah-daerah yang menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. (hnr)







