Sidang Tahunan IDB Ke - 41 Tanggal 15 - 19 Mei 2016


Tahun ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah Sidang Tahunan (ST) Islamic Development Bank (IDB) ke-41. Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah ST IDB ini didasarkan pada Resolusi ST IDB ke-39 yang diselenggarakan di Jeddah, Saudi Arabia pada tahun 2014. ST IDB sendiri merupakan rapat tahunan Dewan Gubernur IDB, yang diselenggarakan di negara-negara anggotanya.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara pendiri Islamic Development Bank (IDB) dengan kepemilikan saham sebesar 2,25 persen. IDB merupakan institusi keuangan internasional yang didirikan berdasarkan Declaration of Intent yang dikeluarkan oleh Konferensi Menteri Keuangan Negara-Negara Muslim di Jeddah, Dhul Q'adah 1393H atau December 1973. Rapat perdana Dewan Gubernur berlangsung pada bulan Rajab 1395H atau Juli 1975 dan IDB resmi beroperasi pada 15 Syawal 1395H atau 20 Oktober 1975. Saat ini, anggota IDB terdiri atas 56 negara yang juga anggota OKI.

IDB didirikan dengan semangat untuk menyediakan pembiayaan sesuai syariah Islam untuk pembangunan ekonomi dan sosial bagi negara-negara anggotanya dan komunitas muslim di luar negara anggota. Secara organisasi, kekuasan tertinggi dalam organisasi IDB adalah Dewan Gubernur (Board of Governor). Dewan Gubernur merupakan perwakilan dari negara-negara anggota IDB yang biasanya menduduki jabatan Menteri Keuangan atau Menteri Ekonomi.

 

IDB telah berperan dalam pembangunan ekonomi di negara-negara anggota. Secara umum peran IDB antara lain:

  • berpartisipasi dalam permodalan dan kegiatan produktif perusahaan swasta;
  • berinvestasi dalam proyek infrastruktur sosial dan ekonomi;
  • memberi pinjaman kepada negara anggota baik pemerintah maupun swasta untuk pembiayaan kegiatan produktif;
  • mendirikan dan mengoperasikan Special Fund untuk membantu komunitas muslim di luar negara anggota;
  • mengoperasikan Trust Fund;
  • membantu promosi perdagangan internasional, terutama barang modal di antara negara-negara anggota;
  • memberikan bantuan teknik bagi negara anggota;
  • memberikan fasilitas pelatihan bagi personel yang terlibat atas kegiatan pembangunan di negara anggota; dan
  • melakukan penelitian atas kegiatan ekonomi, keuangan, dan perbankan pada negara anggota agar bersesuaian dengan syariah Islam.

 IDB Vision


Alleviating Poverty and Enhancing Growth


  

 

Sebagai negara anggota IDB, Indonesia telah banyak memperoleh fasilitas pembiayaan, terutama di bidang pendidikan dan pertanian. Kerja sama Grup IDB dengan Indonesia dilakukan melalui pengembangan sektor swasta, pembiayaan perdagangan untuk komoditas strategis, penjaminan investasi, dan kredit ekspor.

IDB menjadi mitra pembangunan Indonesia dengan nilai pembiayaan terbesar ketiga setelah Asian Development Bank dan World Bank Group, dengan menggunakan prinsip pembiayaan syariah. Dalam kerjasa manya, Indonesia dan IDB akan berpedoman pada Member Country Partnership Strategy (MCPS) yang diselaraskan dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sehingga akan selaras dengan kebutuhan pembangunan Indonesia.

Pada MCPS I, Pemerintah Indonesia telah memperoleh pembiayaan sebesar 1,925 miliar dolar AS. Setelah menyelesaikan MCPS I, saat ini IDB dan Indonesia melanjutkan kerja sama untuk menyelesaikan MCPS II yang disusun dengan mendukung prioritas pembangunan RPJMN 2015-2019. Fokus MCPS II akan terdiri atas (i) dukungan terhadap pembangunan infrastruktur transportasi (jalan, bandara, maupun pelabuhan); (ii) penguatan keuangan syariah dan keuangan inklusif, termasuk penguatan peran zakat dan wakaf; (iii) penguatan sektor swasta, terutama di bidang agrikultur, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan Sumber Daya Manusia.

Selain itu, dengan mempertimbangkan potensi besar ekonomi Indonesia, IDB yang juga salah satu pemegang Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) ini telah mendirikan Country Gateway Office (CGO) di Jakarta pada tahun 2014.

 

ST IDB Bank merupakan pertemuan dari Dewan Gubernur IDB dan Mahkamah Umum (General Assemblies) entitas Grup IDB, dengan rangkaian kegiatan sidang sebagai berikut:

  • Sidang Tahunan Dewan Gubernur IDB;
  • Sidang Tahunan Islamic Corporation for the Insurance of Investment and Export Credit (ICIEC);
  • Sidang Tahunan Islamic Solidarity Fund for Development (ISFD);
  • Mahkamah Umum Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD); dan
  • Mahkamah Umum International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC).

Rangkaian pertemuan-pertemuan tersebut akan memutuskan beberapa keputusan penting yang akan mengikat organisasi. Hal-hal yang telah diputuskan dalam ST IDB antara lain: peningkatan modal, penentuan tuan rumah sidang tahunan dan ketua dewan gubernur, alokasi keuntungan untuk bantuan, penerimaan terhadap keanggotaan di salah satu Grup IDB, dan pembentukan organisasi-organisasi baru dibawah Grup IDB.
 
Penyelenggaraan Sidang Tahunan IDB juga merupakan momentum untuk acara-acara pertemuan asosiasi-asosiasi sektor swasta di IDB, antara lain:

  • The Association of Development Financing Institutions in Member Countries of the Islamic Development Bank (ADFIMI);
  • The Federation of Consultants from Islamic Countries (FCIC); dan
  • The Federation of Contractors from Islamic Countries (FOCIC).

Untuk mendukung penyelenggaraan ST IDB, rangkaian seminar dengan berbagai tema juga dilaksanakan disela-sela pertemuan.

 

ST IDB ke-41 tahun 2016 akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 15-19 Mei 2016, dengan menghadirkan perwakilan dari 56 negara anggota IDB. Diikuti oleh 1.500-an perserta, pembukaan ST IDB secara resmi akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Mei 2016.

Sebagai Ketua Dewan Gubernur IDB saat ini, Menteri Keuangan RI Bambang P.S. Brodjonegoro akan memimpin jalannya pertemuan ST IDB ke-41. Adapun Rangkaian acara ST IDB ke-41 terdiri atas Pertemuan Dewan Direksi yang akan diselenggarakan apda 15 Mei 2016; Rangkaian Seminar pada 15-17 Mei 2016); Pertemuan Dewan Gubernur pada 18-19 Mei 2016); dan Exhibition pada 15-19 Mei 2016.

Dari rangkaian acara tersebut, menurut rencana, rangkaian seminar akan dibagi dalam enam topik besar, yaitu pertama, Coordination and Technical Cooperation for Development Network Accross IDB Member Countries. Kedua, Resilience Development Initiative for IDB Member Countries. Ketiga, Advancing Islamic Impact Investing for the Achievement of the Sustainable Development Goals. Keempat, Innovative Sharia Financing to Fight against Poverty.Kelima, Micro Sharia Market Deepening for Inclusive Finance. Terakhir, Sharia Fund Safeguards on Infrastructure Islamic Finance.

Rangkaian acara seminar tersebut akan menghadirkan berbagai pembicara baik dari dalam maupun luar negeri, yang merupakan pakar dan ahli di masing-masing bidangnya. Para pembicara yang akan mengisi seminar antara lain Menteri Keuangan RI Bambang P.S Brodjonegoro, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan, Earth Institute Director Columbia University dan Nobel Laureates Mr. Jeffrey Sachs, serta sejumlah prominent person dari institusi internasional seperti Bank Dunia, United Nation Development Program, dan Bill & Melinda Gates Foundation.

Dalam rangkaian seminar ST IDB kali ini, Indonesia akan mengajukan dua subtopik, yaitu yang terkait dengan pembangunan infrastruktur dan keuangan inklusif. Pengajuan kedua subtopik tersebut dinilai sesuai dengan prioritas pembangunan nasional, dengan tetap memperhatikan agenda pembangunan negara-negara anggota IDB lainnya.
Selain itu, pada tanggal 17 Mei 2016 Kementerian Keuangan, bekerjasama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Islamic Research and Training Institute, dan Islamic Development Bank Group, akan menyelenggarakan 1st Annual Islamic Finance Conference/Forum on Sukuk for Infrastructure Development: Sukuk for Infrastructure and Financial Inclusion Strategy, seminar satu hari yang akan mempertemukan pembuat kebijakan, regulator, akademisi, serta pelaku pasar keuangan syariah yang paling berpengaruh dari seluruh dunia untuk membahas isu-isu utama yang akan membantu meningkatkan peran keuangan Islam dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sementara itu, salah satu side event dari ST IDB ke-41 adalah pelaksanaan pameran (exhibition) yang mengusung tema inovasi, pembangunan infrastruktur dan keuangan inklusif. Selain itu, pameran yang akan diselenggarakan pada 15-19 Mei 2016 ini juga akan menampilkan tema yang berkaitan dengan pariwisata dan pendidikan. Khusus untuk tema inovasi, IDB akan memfokuskan pada area youth development, kesehatan, dan ketenagakerjaan.

Menurut rencana, pelaksanaan pameran pada tahun ini tidak hanya diikuti oleh negara-negara anggota IDB, tetapi juga para pelaku ekonomi domestik. Sebagai tuan rumah, Indonesia melalui Kementerian Keuangan  juga akan mengundang partisipan dari kementerian/lembaga; pemerintah daerah; sektor perbankan dan sektor keuangan lainnya; lembaga penelitian; akademisi; dan  Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

File Terkait:

Baca   Download

Baca   Download

Baca   Download