Sosialisasi Kebijakan Fiskal Pada Kunjungan Mahasiswa PKN STAN

Jakarta, (2/6): Dalam rangka diseminasi informasi terkait kebijakan fiskal kepada dunia akademis, Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan menerima kunjungan dari mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN. Kegiatan penerimaan kunjungan mahasiswa ini bertempat di Aula lantai 2, Gedung R.M. Notohamiprodjo, Kementerian Keuangan dan acara diselenggarakan ke dalam bentuk Sosialisasi Kebijakan Fiskal.

Acara sosialisasi dibuka dengan sambutan oleh Deni Ridwan, Kepala Bidang Dukungan Kesekretariatan Stabilitas Sistem Keuangan, Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, BKF. Dalam sambutannya Deni berharap agar acara sosialisasi kebijakan fiskal dapat menambah pengetahuan para mahasiswa terkait dengan kebijakan fiskal di Indonesia. Deni juga mengajak para mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN untuk tidak ragu bergabung dengan Badan Kebijakan Fiskal.

Dedy Sunaryo, Kepala Subbagian Protokol Dan Tata Usaha Pimpinan, Sekretariat Badan Kebijakan Fiskal, bertindak selaku moderator pada sosialisasi tersebut. Dalam presentasi pertama, Bhayu Purnomo yang menjabat sebagai Kepala Subbidang Lembaga Rating, Bidang Analisis Ekonomi Internasional dan Hubungan Investor, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, memaparkan tentang Perkembangan Ekonomi Terkini. Dalam paparannya Bhayu menjelaskan tentang bagaimana ilmu ekonomi, terutama makro ekonomi diperlukan untuk menjawab berbagai masalah ekonomi yang bersifat keseluruhan (agregatif), seperti pengangguran, inflasi, pertumbuhan ekonomi dan perdagangan internasional. Semua kebijakan pemerintah memiliki tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dilakukan melalui berbagai kebijakan fiskal, sektor riil dan moneter.

Sesi kedua, Eka Hendra Permana, Kepala Bidang Kerjasama Ekonomi Dan Keuangan ASEAN, Pusat Kerjasama Regional Dan Bilateral memaparkan seluk beluk terkait dengan Indonesia dalam Perkembangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Eka menjelaskan bahwa saat ini posisi Indonesia dalam MEA sangat strategis, beberapa potensi yang dimiliki Indonesia antara lain: Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar di kawasan ASEAN dan memiliki jumlah penduduk terbesar di ASEAN, ke-4 didunia dengan penduduk muda kelas menengah yang terus bertumbuh. Indonesia juga Negara demokrasi terbesar ketiga dengan politik yang stabil dan telah teruji menghadapi berbagai krisis. Eka juga menambahkan bahwa fokus pemerintah Indonesia dalam mengahadapi MEA adalah bagaimana meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia agar MEA dapat membawa kesejahteraan sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia dan meningkatkan kemampuan Suber Daya Manusia.

Setelah pemaparan, sesi berikutnya dilanjutkan dengan tanya jawab dan diakhiri dengan pertukaran cindera mata. (PG)