Kemenkeu Selenggarakan Edukasi Bertema “Sekolah Rakyat, Harapan Anak Negeri”
Bekasi, (30/09/2025) – Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF), Kementerian Keuangan, kembali menggelar kegiatan rutin Ngonten Fiskal dengan tema “Sekolah Rakyat, Harapan Anak Negeri”. Kegiatan ini diselenggarakan di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi dan diikuti oleh para siswa serta pegawai DJSEF.
Kegiatan Ngonten Fiskal kali ini terasa istimewa karena tidak hanya menampilkan talk show seperti biasanya, tetapi juga menghadirkan program edukasi langsung kepada siswa Sekolah Rakyat mengenai pengelolaan keuangan negara (APBN). Melalui kegiatan ini, DJSEF berupaya menanamkan pemahaman sejak dini mengenai bagaimana APBN digunakan untuk membiayai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris DJSEF, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memperkenalkan konsep APBN kepada generasi muda. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap rupiah dalam APBN memiliki peran besar dalam mendukung masa depan bangsa. Anak-anak di Sekolah Rakyat adalah cikal bakal penerus yang perlu memahami arti penting pengelolaan keuangan negara sejak dini,” ujarnya.
Selain Edukasi APBN, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh Bincang Literasi yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Kementerian Keuangan. Melalui pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan interaktif, sesi ini mengajarkan cara belajar mengenal keuangan negara sekaligus menumbuhkan minat baca di kalangan siswa.
Pada sesi Ngonten Fiskal, hadir sejumlah narasumber, antara lain Fithra Faisal Hastiadi (Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah), Suska (Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi DJSEF), serta Lastri Fajarwati (Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi). Diskusi yang dipandu oleh moderator dari DJSEF ini membahas peran Sekolah Rakyat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kontribusinya dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diwarnai dengan berbagai aktivitas menarik seperti games edukatif, penyerahan simbolis buku dan plakat, serta pembagian souvenir kepada siswa. Acara ditutup dengan semangat optimisme bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat akan memperkuat pondasi menuju Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera. (mbp)







