Analisis Hubungan Pengeluaran Pemerintah dan Produk Domestik Bruto dengan menggunakan Pendekatan granger Causality dan Vector Autoregression

Luky Alfirman dan Edy Sutriono (2000)

Penelitian ini berusaha mengetahui adanya hubungan timbal balik antara pengeluaran pemerintah dan produk domestik bruto di Indonesia periode 1970-2003. Metode yang dipakai adalah Granger Causality dan Vector Autoregression (V AR) dengan memperlakukan kedua variabel sebagai variabel endogen. Hasil penelitian menyebutkan terdapat hubungan kausalitas antara total pengeluaran pemerintah dengan produk domestik bruto. Pengeluaran rutin tidak signiBkan mempengaruhi produk domestik bruto karena ...

Pengujian Hipotesis Pasar Efisien Bentuk Lemah pada Pasar Modal di Indonesia: Sebuah Catatan Empiris

Moudy Hermawan dan Heru Subiyantoro (2000)

Studi mengenai hipotesis pasar efisien bentuk lemah ( Weak Form Efficient Market Hypothesis / WFEMH) merupakan obyek penelitian yang cukup banyak dilakukan oleh para peneliti dibidang keuangan. Penelitian ini telah meluas cakupannya mulai dari pasar modal negara maju yang sampai dengan Negara berkembang oleh peneliti dari berbagai negara. (hardcopy dapat dilihat pada perpustakaan BKF)

Analysis of Current Account Deficits and Fiscal Deficits in Indonesia: A VAR Approach

Ferry Ardiyanto (2000)

The empirical results show that Current account deficits to cause fiscal deficits but not vice versa. This supports the hypothesis that it is highly likely for developing countries to show high correspondence between those deficits. Moreover, this study identifies several macroeconomic mediating variables i.e. interest rate, exchange rates, and Gross Domestic Products that might be influencing both Current accounts and ...

Risiko Bank dan Ketentuan Rasio Kecukupan Modal (CAR) 8 %

Hinsa Siahaan (2000)

Pemerintah harus menurunkan batas rasio kecukupan modal (CAR) perbankan dari 4% menjadi 3% agar kredit perbankan dapat mengalir ke sektor riil, sehingga target pertumbuhan ekonomi 3,8% dapat tercapai. Soegeng Sarjadi, Ketua Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (KPEN) Kadin, mengatakan dengan adanya batas minimal capital adequacy ratio (CAR) sebesar 4% sangat mempersulit sektor riil mendapatkan kucuran kredit dari perbankan. Padahal dalam mencapai ...

Kajian Tentang Penjualan Warrant Sebagai Call Option dan Penjualan Saham Terbatas dari Sudut Pandang Emiten dan Investor

Hinsa Siahaan (2000)

Sepanjang tahun 2003 jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham (IPO atau Initial Public Offering) adalah sebanyak 9 perusahaan sementara yang menawarkan saham terbatas atau rights issue (menawarkan hak membeli efek terlebih dahulu) adalah sebanyak 11 perusahaan. Total nilai penawaran umum perdana saham sepanjang tahun 2003 adalah Rp7,8 triliun sementara nilai penawaran hak membeli efek terdahulu (rights) adalah kurang ...