Kajian
Fiscal Decentralization In Indonesia: Current Status and Future Challenges
Maman Suhendra and Hidayat Amir (2000)
Using 214 out of 440 data set in 2004, it is found that most of local governments in Indonesia showed poor performance in generating local own revenues. The methods used here are the Quadrant and Index Methods. Some reasons can explain this poor situation. Beside the weak local taxation power, the dominant role of central government in revenue-generating has led ...
Endogenitas dari Indikator Optimum Currency Area: Studi Empiris di Negara ASEAN
Telisa Aulia Falianty (2000)
Pembentukan suatu currency union adalah tahap terakhir dari langkah kebijakan menuju integrasi regional. Currency union biasa didefinisikan sebagai suatu area di mana mata uang tunggal beredar. Perdebatan mengenai adopsi dari common currency oleh negara-negara anggota ASEAN mulai bermunculan terulama sejak tlerjadinya krisis Asia 1997 dan setelah Euro menjadi kenyataan pada awal tahun 1999 dan tetap bertahan dengan baik sampai sekarang. ...
Analisis Stabilitas dan Efektivitas Relatif Besaran Moneter Bebas Bunga di Indonesia: Sebuab Pengujian Ekonometrik Pada Data Time Series Tahun 1971:1- 2002:4
Mustafa Edwin Nasution, Ph.D dan Mohammad Soleh Nurzaman, S.E (2000)
Dalam sistem moneter yang berbasis syariah. target-target kebijakan moneter yang berhasil adalah yang dipusatkan kearah tercapainya stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan salah satu indikator berupa kestabilan pergerakan agregat moneter yang hanya berfungsi sebagai alat transaksi, dan juga dalam kegunaannya sebagai instrumen kebijakan moneter. (hardcopy dapat dilihat pada perpustakaan BKF)
Bagi Hasil Pajak Pertambahan Nilai: Sebuah Alternatif Penguatan Keuangan Daerah di Era Desentralisasi
Robert A. Simanjuntak (2000)
Sistem keuangan publik di Indonesia sampai saat ini masih diwarnai oleh ketimpangan hubungan antara Pusat dengan Daerah. Sebagian besar sumber-sumber keuangan yang potensial berada dalam kewenangan Pusat, sementara pada umumnya Daerah hanya menguasai sumber-sumber penerimaan sendiri yang kurang memadai relatif dibandingkan besar pengeluarannya. Konsekuensinya adalah Daerah menjadi amat bergantung kepada transfer dari Pusat. (hardcopy dapat dilihat pada perpustakaan BKF)
Evaluasi Lima Tabun Desentralisasi Fiskal di Indonesia
Susiyati B. Hirawan, Ph.D (2000)
Akhir tahun 2005 yang lalu, telah genap lima tahun usia implementasi otonomi daerah dan desentralisasi fiskal di Indonesia. Perubahan manajemen publik ini ditandai dengan adanya pengalihan kewenangan dan keuangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam jumlah yang sangat signifikan. Selama lima tahun ini, terjadi peningkatan cukup drastis dari porsi anggaran dalam APBN yang harus didaerahkan. Dari sisi keuangan daerah, ...