BBM Bisa Turun Lebih Besar

Jakarta(Sindo) – Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar dinilai belum mencerminkan kemampuan anggaran sesungguhnya.

Pemerintah sebenarnya bisa menurunkan harga premium dan solar secara lebih besar.”Biaya penurunan kali ini sekitar Rp1,25 triliun atau masih 50% dari penghematan yang diperoleh pemerintah akibat penurunan harga minyak dunia sejak Agustus lalu,”ujar Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Harry Azhar Azis di Jakarta kemarin.

Pemerintah kembali menurunkan harga premium dan solar bersubsidi mulai Senin (15/12) pukul 00.00 WIB. Harga premium diturunkan sebesar Rp500 menjadi Rp5.000 dari sebelumnya Rp5.500 per liter.Sementara solar turun Rp700 menjadi Rp4.800 dari Rp5.500 per liter.

Penurunan premium itu dilakukan untuk yang keduakalinya setelah pada 1 Desember 2008 lalu turun sebesar Rp500 dari Rp6.000 menjadi Rp5.500 per liter. Harry mengungkapkan,apabila seluruh potensi penghematan digunakan untuk menurunkan harga BBM, premiumdansolar masing-masingbisa turun Rp1.600 per liter dari harga sebelum 1 Desember 2008.

Dengan demikian, harga premium bisa menjadi Rp4.400, sedangkan solar Rp3.900 per liter. Kendati begitu, Harry sepakat dengan langkah pemerintah yang tidak menggunakan seluruh potensi penghematan untuk menurunkan harga BBM.

Menurutnya, sisa penghematan dapat dijadikan cadangan apabila harga minyak dunia kembali melonjak. ”Pada semester I/2009, harga minyak mungkin akan berada pada kisaran USD40 per barel sampai USD50 per barel.

Namun, bukan tidak mungkin harga akan naikpada semester II/2009,”kata dia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengakui, harga BBM bersubsidi, khususnya jenis premium, kemungkinan masih bisa diturunkan dari harga Rp5.000 per liter.

Kendati begitu, pemerintah akan mencermati faktor-faktor yang memengaruhinya seperti harga minyak mentah,kurs,APBN,daya beli masyarakat,dan sektor riil. ”Ada kemungkinan (harga) premium turun lagi.Tapi, banyak pertimbangan dalam penetapan harga BBM, tidak hanya untuk hari ini,tapi juga proyeksi ke depan,” katanya sebelum rapat kerja (raker) dengan Komisi VII DPR di Jakarta kemarin.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, dengan posisi harga minyak mentah dunia saat ini, pemerintah memang sudah tidak mengeluarkan dana subsidi untuk premium.Subsidi yang masih diberikan hanya untuk solar dan minyak tanah. Hal itu juga akan terjadi pada tahun depan bila harga minyak mentah dunia dalam posisiyangsama.”

Untuk 2009,dampakkebijakankemarin, darisisi harga,kalau harga masih seperti sekarang tidak ada subsidi untuk premium,”katanya. Menkeu berharap penurunan harga BBM bersubsidi berdampak positif bagi perekonomian nasional karena meringankan beban masyarakat dan menjadi insentif bagi pelaku usaha.

Beban pengeluaran masyarakat yang berkurang akan mendorong konsumsi. ”Penurunan harga BBM, pemberian subsidi dalam bentuk pajak ditanggung pemerintah (DTP),bea masuk DTP, diharapkan cukup meningkatkan daya tahan perusahaan dan industri di tengah situasi sekarang ini,”paparnya.

Tarif Angkutan

Di bagian lain, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Soeroyo Alimoeso mengatakan, Dephub sedang melakukan perhitungan terhadap tarif angkutan darat menyusul turunnya harga solar dari Rp5.500 per liter menjadi Rp4.800 perliter.

Menurutnya, kontribusi BBM terhadap ongkos produksi angkutan darat berkisar 30–40% sehingga penurunan harga solar sebesar 12,7% akan mendorong penurunan tarif angkutan 4–5%. ”Sekarang kajian masih terus berlangsung.Kalau hari ini selesai, tarif baru akan ditetapkan secepatnya,”kata dia.

Organisasi Angkutan Da- rat (Organda) DKI Jakarta memprediksi tarif angkutan umum turun sebesar 5% menyusul penurunan harga BBM.Ketua Organda DKI Jakarta Harry Rotty mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar rapat dengan seluruh pengusaha angkutan umum di Jakarta untuk membahas penurunan tarif angkutan.

”Kami memprediksi penurunan tarif sebesar 5% dari tarif yang berlaku. Tapi ini belum final,kami akan bahas dulu,”ujarnya. Meski masih dalam proses pembahasan, pihaknya meyakini bahwa tuntutan penurunan tarif angkot sangat sulit dilakukan oleh para pengusaha angkutan umum.

Dia beralasan harga suku cadang terbilang tinggi. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof A Chaniago meminta pemerintah daerah segeramengeluarkankeputusan penurunan tarif angkutan kota menyusul turunnya harga BBM.

Terlebih,pemerintah pusat sudah menurunkan harga BBM hingga dua kali. ”Setelah dua kali dilakukan penurunan harga BBM, Pemda DKI dan DPRD DKI Jakarta jangan hanya diam saja. Pemda dan DPRD harus segera mengeluarkan keputusan terhadap penurunan tarif angkutan,” tuturAndrinof kepada Sindo kemarin.

Tidak Diklaim Parpol

Sementara itu,Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono berharap penurunan harga BBM tidak menjadi klaim sepihak partai politik (parpol) tertentu. Menurut Agung,penurunan harga BBM itu kehendak dan permintaan rakyat.

”Masyarakat yang meminta, ini permintaan semua pihak,tidak bisa diklaim dari satu partai,” ujar Agung di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. Dia menuturkan,jika nanti ada partai yang mengiklankan kebijakan itu untuk meningkatkan citra,masyarakat lebih tahu dan akan menilai.

Menurutnya, masyarakat tidak bisa diakal-akali. ”Jangan kalau menurunkan diklaim partai tertentu, kalau naik tidak,”selorohnya. Kendati begitu, Agung mengapresiasi kebijakan penurunan BBM tersebut. Bahkan dia mengimbau kalau memungkinkan harga BBM bisa diturunkan lagi.

”Semua kan pakai BBM, jadi harusnya semua juga turun. Untuk transportasi, barangkali Dephub dan Organda bisa perhatikan ini. Semua yang berkaitan dengan publik, pemerintah harus campur tangan,”ujarnya. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh membantah penurunan harga BBM berhubungan dengan stategi politik pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono- Wapres Jusuf Kalla (SBY-JK).

Penurunan itu murni akibat tren harga minyak dunia yang terus turun. ”Harga komoditas seperti minyak itu variatif dan dipengaruhi oleh beberapa variabel, jadi bisa naik,bisa saja turun. Karenanya jangan sampai ada yang curiga dengan kebijakan ini.

Sebab bila rasa curiga yang mendasari, semua kebijakan, baik itu naik, harga tetap atau turun pasti akan terus disalahkan,” ujarnya saat jumpa pers di Gedung Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Jakarta kemarin.

Nuh mengajak seluruh masyarakat untuk tetap berpikir positif dan melihat prospek ke depan.”Saya harap semua dapat berpikir jernih,sebab penurunan harga BBM ini juga demi kesejahteraan rakyat. Jadi jangan dihubunghubungkan dengan politik praktis, gara-gara keluarnya kebijakan ini menjelang Pemilu 2009,”tuturnya.

Dia mengatakan, fenomena ini harus ditilik objektif karena bila harga minyak dunia turun,harga BBM di Indonesia juga pasti akan turun, begitu pula sebaliknya.