Kondisi Perbankan Terus Dipantau

BUKITTINGGI(Sindo) – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus memantau dan menjaga kondisi perbankan guna meminimalkan dampak krisis finansial global.

Pemerintah juga memastikan bahwa pengambilalihan PT Bank Century Tbk oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) harus dilakukan demi mencegah risiko yang lebih besar. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menuturkan,krisis keuangan global berpotensi memengaruhi perbankan, terutama dari sisi kemampuan menjaga kelancaran kredit.

”Kami akan terus melihat karena beberapa bank tentu memiliki tingkat risiko yang berbeda.Namun, secara keseluruhan, BI masih melihat bahwa kondisinya stabil dan baik,”ujar Sri Mulyani di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat,kemarin.

Menkeu mengatakan, pemantauan secara detail akan dilakukan pada beberapa aspek perbankan seperti komposisimodal,aset,kewajiban,maupun pengelolaannya.Pemerintah dan BI akan melihat apakah pemilik bisa memperbaiki atau menjaga kondisi perbankan tetap kuat.

”Saya telah menyampaikan beberapa kali bahwa tidak hanya di sektor perbankan, seluruh dunia usaha juga harus mewaspadai krisis global ini,”katanya. Krisis global akan menimbulkan kontraksi ekonomi dunia dan menyebabkan ketidakpastian. Situasi ini bisa terjadi enam hingga 12 bulan ke depan.

”Artinya, medan yang kita hadapi ke depan memang menantang dan relatif sulit,”kata Menkeu. Selain pemerintah harus berhati-hati menjaga APBN, neraca moneter dan neraca pembayaran, menurut Menkeu, dunia usaha dan perbankan juga mesti menjaga kondisi keuangan masingmasing.

Mereka perlu melakukan konsolidasi untuk mengurangi dampak krisis keuangan global.”Dunia usaha dan perbankan perlu terus-menerus memperbaiki komposisi aset supaya cukup kuat menghadapi guncangan ini,”katanya. Seperti diberitakan, pemerintah melalui LPS,Jumat (21/11) lalu akhirnya mengambil alih Bank Century akibat penurunan rasio kecukupan modal (CAR).

Pengambilalihan bank beraset Rp15 triliun itu dilakukan demi melindungi kepentingan nasabah dan seluruh sistem perbankan nasional. Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menilai langkah pemerintah mengambil alih Bank Century cukup efektif mencegah spekulasi dan mengantisipasi dampak ikutan yang bisa dialami bank lain di Indonesia.

”Tindakan yang diambil pemerintah sangat cepat,” kata Faisal di Pontianak, Kalimantan Barat, kemarin. Perbankan di Indonesia sudah menjalani simulasi dengan berbagai parameter perhitungan,antara lain nilai tukar rupiah dan kemungkinan penarikan dana oleh nasabah. Hasilnya, CAR diperkirakan hanya turun 4% dari angka semula, 17%.

”Angka itu juga masih jauh di atas rasio kecukupan modal minimal yang diatur Bank Indonesia,”katanya. Faisal berharap semua pihak tidak menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat. Menurutnya, kasus yang dialami Bank Century dipicu pengelolaan di dalam bank itu sendiri.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung langkah cepat pemerintah dan BI mengambil alih Bank Century.Pada saat yang sama Kadin mengingatkan pemerintah agar tidak mengulangi kesalahan pada krisis tahun 1997-1998.”Saat itu krisis parah karena keterlambatan mengambil keputusan,” ujar Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat,di Jakarta,kemarin.

Kembali Beroperasi

Bank Century kemarin kembali beroperasi setelah Jumat (21/11) lalu ditutup sementara. Berdasar pantauan Sindo, kemarin situasi di Kantor Pusat Bank Century di kawasan Senayan,Jakarta, terlihat normal dan tidak ada kepanikan.Empat dari tujuh teller yang ada siap melayani nasabah.

Manajemen baru Bank Century yang dipimpin Maryono, sebelumnya menjabat Group Head Jakarta Network Group Bank Mandiri, juga mulai bekerja. Di Medan, Sumatera Utara, kemarin pagi banyak nasabah Bank Century melakukan penarikan tunai. Nasabah bank yang terletak di Jalan Putri Hijau,Medan,ini mulai berdatangan sejak bank beroperasi pada pukul 08.00 WIB.

Nasabah umumnya melakukan penarikan tunai dengan nominal berkisar Rp2 juta hingga Rp50 juta. Kepala Kantor Bank Century Medan Suryo Purnomo mengatakan transaksi sudah berjalan normal. Walau begitu dia enggan memberi tahu berapa banyak penarikan yang dilakukan nasabah.

”Kegiatan transaksi sudah normal. Saya minta nasabah tidak terlalu khawatir dengan pengambilalihan ini karena semua berjalan lancar,” katanya seraya mengatakan selain melakukan penarikan, banyak juga nasabah yang menabung. Pemimpin BI Medan dan Nanggroe Aceh Darussalam Romeo Rissal Pandjialam mengakui peningkatan penarikan pada Bank Century.

Namun dia menyatakan tidak akan terjadi penarikan besarbesaran (rush). ”Kami mengimbau nasabah untuk tidak melakukan penarikan karena dengan blanket guarantee sama saja kondisinya jika pindah ke bank lain,”katanya. Manajemen Bank Century memastikan tidak akan melakukan pembatasan pencairan dana nasabah.

Bank hanya menerapkan prosedur konfirmasi jumlah penarikan dana nasabah sebelum dicairkan. ”Yang jelas tidak ada pembatasan, tapi hanya untuk konfirmasi terlebih dulu dalam penarikan jumlah tertentu,” kata Corporate Affairs Division Head Bank Century Deddy Triyana saat dihubungi Sindo kemarin.

Kendati demikian,Deddy tidak tahu pasti bagaimana teknis di lapangan dan berapa lama batas konfirmasi bisa dilakukan sebelum pencairan. Prosedur konfirmasi ini bagian dari kebijakan tim baru yang mulai efektif bekerja kemarin.

Paparan Publik

Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta manajemen baru Bank Century menggelar paparan publik terkait pengambilalihan bank tersebut oleh LPS.Menurut Direktur Perdagangan BEI MS Sembiring, paparan publik perlu digelar agar penjelasan mengenai pengambilalihan Bank Century bisa segera dilakukan.

Penjelasan tersebut mencakup posisi direksi baru dan para pemegang sahamnya. ”Setiap emiten yang melakukan transaksi material harus menyampaikan laporannya ke otoritas bursa,”katanya. Paparan publik tersebut penting dilakukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.

”Karena kalau dibuka kembali dengan info yang belum jelas,ditakutkan investor akan salah ambil kesimpulan, ”katanya. Hingga kemarin BEI masih menghentikan perdagangan sementara (suspensi) saham Bank Century.

Meski demikian, otoritas bursa segera mencabut suspensi jika penyelesaian pengambilalihan bank beraset Rp15 triliun tersebut selesai. Suspensi saham Bank Century dilakukan sejak Jumat (21/11) lalu. Harga saham Bank Century sebelum suspensi berada di posisi Rp50 per saham.