Inflasi 2009 diprediksi maksimal 6,2%

Pemerintah meyakini laju inflasi 2009 akan berada di kisaran 5,8-6,2% setelah serangkaian kebijakan penyelamatan APBN dikeluarkan tahun ini.

Anggito Abimanyu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu, menyatakan sepanjang tahun ini pemerintah telah berupaya mengurangi tekanan inflasi pada tahun depan melalui sejumlah skenario penyelamatan APBN-P. Salah satunya, dengan menaikkan harga BBM sebesar 28,7%.

Upaya tersebut, menurut Anggito, akan berhasil memulihkan kepercayaan pelaku pasar dan menstabilkan perekonomian nasional. Hal ini yang membuat pemerintah yakin inflasi 2009 akan lebih rendah daripada tahun ini.

"Jadi ini skenario yang kita bangun, itu sudah cukup baik. Konsumsi BBM juga sudah mulai terkendali dengan harga internasional juga sudah mulai dekat," ujarnya usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR , kemarin.

Namun, Anggito enggan berkomentar saat ditanya besaran inflasi Mei dan inflasi tahunan 2008. Menurut dia, terlalu dini memperkirakan angka inflasi 2008 itu karena masih ada beberapa bulan ke depan.

Anggota Komisi XI DPR Ramson Siagian menuturkan prediksi inflasi 2009 5,8%-6,2% mungkin saja tercapai jika pemerintah dan Bank Indonesia membatalkan rencana untuk memperketat kebijakan moneter dan mengarahkan harga minyak pada mekanisme pasar.

"Bisa saja [inflasi di kisaran 5,8%-6,2%] kalau Boediono membatalkan rencananya memperketat [kebijakan] moneter dan mengarahkan harga minyak pada mekanisme pasar,"tegasnya.

Ramson menilai janji Gubernur Bank Indonesia Boediono ketika menjabat Menko Perekonomian untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter dengan menaikkan tingkat suku bunga berpotensi menyebabkan stagnasi ekonomi.

"Dengan tingkat suku bunga yang terlalu tinggi akan membuat ekonomi kita bisa mengarah ke stagnan."

Di sisi lain, Ramson menyebut rencana pemerintah untuk merevisi kembali target inflasi 2008 dari 6,5% menjadi 11,2% sulit tercapai, mengingat tingginya harga-harga barang. Dia memperkirakan laju inflasi 2008 kemungkinan sebesar 12%.

Sumber : E-kliping (Bisnis Indonesia 27 Mei 2008)