Ekonomi Menguat, Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas

Jakarta, (27/11/2025) — Pemerintah menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tetap solid meskipun tekanan global masih terus berlangsung. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta (27/11), saat memaparkan perkembangan ekonomi terkini dan arah kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas hingga akhir tahun.

 

Menkeu menjelaskan bahwa aktivitas ekonomi terus menunjukkan pemulihan yang merata. Pertumbuhan kuartal IV-2025 diperkirakan mencapai sekitar 5,7%, didorong konsumsi masyarakat yang meningkat menjelang akhir tahun, perbaikan ekspor, serta investasi yang kembali menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap prospek ekonomi nasional. Sektor-sektor utama seperti manufaktur, perdagangan, konstruksi, serta informasi dan komunikasi turut mencatat pertumbuhan yang memberikan andil besar terhadap penguatan tersebut.

 

Dari sisi fiskal, pemerintah mempercepat penyerapan anggaran untuk mendorong aktivitas ekonomi, terutama pada program-program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menkeu menegaskan perlunya keseimbangan antara ketepatan belanja dan kehati-hatian fiskal.

“APBN tetap harus responsif, tapi disiplin. Kami memastikan belanja yang dipercepat tetap terarah, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata,” ujar Purbaya.

 

Pemerintah juga mencermati dinamika global, termasuk fluktuasi harga komoditas dan kondisi geopolitik yang memengaruhi arus perdagangan dan modal. Koordinasi dengan otoritas moneter terus diperkuat untuk menjaga kestabilan nilai tukar, daya beli, dan inflasi. Menkeu menambahkan bahwa konsistensi kebijakan menjadi faktor utama menjaga kepercayaan pelaku usaha.

“Kepastian arah kebijakan menjadi hal yang sangat penting bagi investor dan dunia usaha. Stabilitas inilah yang terus kami jaga,” lanjut Purbaya.

 

Selain itu, minat investasi diprediksi tetap tumbuh sejalan dengan reformasi struktural yang terus berjalan, percepatan proyek strategis nasional, serta upaya pemerintah mendorong iklim usaha yang lebih kondusif. Penanaman modal diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan pada 2026, terutama melalui industri berbasis teknologi, hilirisasi komoditas, dan sektor logistik.

 

Menutup raker, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga kredibilitas APBN sebagai instrumen stabilisasi untuk menghadapi ketidakpastian. Dengan pengelolaan fiskal yang adaptif, sinergi lintas-otoritas, serta strategi yang terukur dalam mengantisipasi risiko global, pemerintah optimistis momentum positif dapat dipertahankan hingga akhir tahun. Pemerintah juga menyatakan bahwa kebijakan fiskal ke depan akan difokuskan pada penguatan perlindungan sosial, peningkatan produktivitas ekonomi, dan percepatan transformasi struktural. (aa/cs)