Indonesia Memiliki Peluang Tumbuh Lebih Tinggi
Jakarta, (24/11/2025) – Situasi global saat ini masih dipenuhi dengan dinamika yang disebabkan oleh perang dagang dan ketidakpastian geopolitik, rekonfigurasi rantai pasok global, serta disrupsi teknologi dan transisi energi. Di sisi lain, fenomena aging population di negara maju mengancam produktivitas dan kekhawatiran tentang outlook ekonomi ke depan. Namun demikian, di tengah turbulensi global ini, Indonesia memiliki peluang pertumbuhan lebih tinggi, terutama karena kita masih memiliki tenaga kerja muda dan pasar domestik yang besar.
Gambaran ekonomi globa maupun domestik ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Kacaribu, pada acara seminar Kompetisi Ekonomi (KOMPEK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok (24/11). Narasumber yang turut meramaikan seminar ini adalah para akademisi, perwakilan pemerintah, dan profesional terkemuka untuk berbagi wawasan tentang tantangan ekonomi saat ini kepada mahasiswa dan pelajar SMA.
Lebih lanjut, Febrio menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi stabil di level 5,04% pada kuartal ketiga 2025 dan inflasi terkendali di angka 2,86 persen (Oktober 2025). Di sisi lain, pengangguran turun ke 4,76%, yakni terendah sejak krisis ’98. Neraca perdagangan juga surplus USD 33,5 miliar (Jan–Sep 2025), 65 bulan berturut-turut.
Sementara itu, terkait pasar keuangan, IHSG sempat beberapa kali mencatat rekor tertinggi di level 8.394,6 pada 7 November 2025 lalu, disertai net inflow asing pada instrumen saham yang menunjukkan kuatnya kepercayaan investor pada growth story Indonesia.
“Oleh karena itu, dalam konteks dunia yang kian multipolar, inilah saatnya Indonesia memanfaatkan momentum baru untuk tumbuh lebih tinggi,” ujar Febrio.
Febrio juga menyampaikan bahwa Pemerintah terus mengupayakan kebijakan untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi dan cepat untuk kesejahteraan masyarakat. Dari sisi supply, Pemerintah telah menggerakkan ekonomi dengan memindahkan dana pemerintah dari Bank Sentral ke Bank Umum untuk mendukung pertumbuhan sektor riil. Dari sisi demand, Pemerintah telah melakukan pembukaan blokir dan anggaran belanja tambahan, mengeluarkan paket stimulus ekonomi melalui beberapa program dan mendorong efektivitas Program Prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. (cs/aa)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)