BKF Hadiri 25th ASEAN-India Trade Negotiating Committee and Related Meeting

Pada tanggal 28-30 April 2010, Pusat Kebijakan Pendapatan Negara (PKPN) dan Pusat Kebijakan Kerjasama Internasional-Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menghadiri 25th ASEAN-India Trade Negotiating Committee (TNC) and Related Meeting yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

Jelang pertemuan ASEAN-India TNC tersebut, pada tanggal 26-27 April 2010, telah dilakukan pertemuan ASEAN Caucus untuk Working Group on Rules of Origin (WGROO), Working Group on Services (WGS) dan Working Group on Investment (WGI). Tujuan dari pertemuan ASEAN Caucus adalah untuk menyamakan persepsi di antara negara-negara anggota ASEAN (ASEAN Member States/AMSs) terhadap isu-isu yang akan dibahas dalam pertemuan dengan India.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kementerian Perdagangan dengan anggota terdiri dari Kem.Perdagangan, Kem.Keuangan termasuk di dalamnya Tim Tarif (PKPN) dan Tim Bidang Jasa (PKKSI), Kem.Perindustrian, Kem.Pertanian, dan BKPM

TNC

Pertemuan TNC dipimpin bersama oleh Rebecca Fatima St. Maria, Deputy Secretary General-MITI, Malaysia dan P.K. Dash, Joint Secretary, Department of Commerce, India serta dihadiri delegasi negara anggota ASEAN, India dan Sekretariat ASEAN.

Tujuan utama dari putaran perundingan adalah untuk membahas status entry into force ASEAN-India Free Treade Agreement (AIFTA), aturan-aturan spesifik produk (product specific rules/PSR), kesepakatan-kesepakatan lebih lanjut atas berbagai prinsip, modalitas, elemen-elemen yang akan menjadi dasar perdagangan jasa dan investasi sebagaimana yang dituangkan dalam draft teks Persetujuan Jasa dan Persetujuan Investasi AIFTA beserta lampiran-lampirannya.

WGROO

Pertemuan WG-ROO (Working Group on Rules of Origin) dipimpin bersama (co-chaired) oleh Mr. Ravidran Palaniappan, Senior Director, ASEAN Economic Cooperation Division, Ministry of International Trade and Industry, Malaysia, and Mr. P. K Dash, Joint Secretary, Department of Commerce, India. Pertemuan WG-ROO membahas mengenai proposal aturan produk spesifik (Product Spesific Rules/PSR) untuk memfasilitasi perdagangan barang ASEAN-India FTA.

HASIL SIDANG AITNC

Hasil sidang AI-TNC mengenai implementasi Persetujuan Perdagangan Barang (Agreement on Trade in Goods) AIFTA yang terkait erat dengan tugas pokok dan fungsi Tim Tarif yaitu
• Pertemuan sepakat agar seluruh Pihak AIFTA dapat segera mengimplementasikan persetujuan perdagangan barang pada bulan Juni 2010. India menghimbau agar masing-masing negara anggota ASEAN dapat memberikan informasi kepada India 2 minggu sebelum tanggal mulai berlakunya AIFTA agar India dapat mempersiapkan lebih lanjut pemberlakuan preferensi tarif bagi negara anggota ASEAN tersebut di India.
• Pertemuan menyepakati draft notifikasi AIFTA di WTO, dan akan melakukan notifikasi di WTO setelah persetujuan Perdagangan Barang AIFTA mulai berlaku di seluruh negara anggota ASEAN dan India.

HASIL SIDANG WGROO

Hasil sidang Working Group on Rules of Origin (WG-ROO) yang terkait erat dengan tugas pokok dan fungsi Tim Tarif adalah sebagai berikut:
• Pertemuan WG-ROO melakukan pembahasan atas proposal aturan produk spesifik (PSR) untuk dapat memfasilitasi perdagangan barang ASEAN-India FTA.

• India menyampaikan bahwa pemberlakuan aturan produk spesifik (PSR) harus dapat menghambat adanya pihak lain di luar ASEAN dan India yang dapat menikmati persetujuan AIFTA. Sementara, ASEAN mengharapkan aturan produk spesifik (PSR) dapat lebih memfasilitasi ekspor ASEAN ke India dibandingkan aturan umum AIFTA yang telah berlaku.

• Berdasarkan hal tersebut, para pihak menyepakati akan menyiapkan data terkait dan alasan pengajuan proposal PSR sebelum 31 Mei 2010.

TINDAK LANJUT TIM TARIF

Tindak lanjut yang akan dilakukan Tim Tarif sebagai hasil pertemuan AI-TNC tersebut yaitu mempersiapkan legal enactment (Peraturan Menteri Keuangan) mengenai penetapan tarif bea masuk atas impor barang dalam rangka skema ASEAN-INDIA FTA.