Pertemuan ASEAN Coordinating Committee on Services (ASEAN-CCS)

Pertemuan ASEAN Coordinating Committee on Services (ASEAN-CCS)
Pada tanggal 11-13 Mei 2010, telah berlangsung pertemuan ASEAN Coordinating Committee On Services (ASEAN-CCS) ke-61 di Pattaya, Thailand. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Mr. Vu Dai Thang, Deputy Director General, Kementerian Perencanaan dan Investasi, Republik Sosialis Vietnam dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh Negara Anggota ASEAN dan Sekretariat ASEAN. Delegasi RI dipimpin oleh Bapak Adolf Warrouw (wakil ketua TKBJ Kementerian Perdagangan) sebagai bagian dari delegasi Indonesia hadir beberapa staf dari Pusat Kebijakan Kerjasama Internasional, Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan.

Rangkaian agenda pertemuan dilaksanakan secara back-to-back antara Pertemuan CCS Leaders dengan Pertemuan Healthcare Services SWG dan Pertemuan ASEAN MRAs yaitu MRA on Nursing, MRA on Medical Practitioners, MRA on Dental Practitioners dan MRA on Engineering.

Review Komitmen ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) Paket 7

Dari seluruh negara anggota ASEAN, hanya Filipina yang belum memenuhi threshold-nya dan Filipina menyampaikan tambahan 9 subsektor. 8 subsektor telah lolos verifikasi Sekretariat ASEAN dan 1 subsektor diharapkan dapat diselesaikan satu minggu setelah pertemuan CCS ke-61.

Pembahasan Komitmen AFAS Paket 8

Pada pertemuan CCS ke-61 menyepakati agar negara anggota ASEAN sudah menyampaikan initial/indicative offers-nya sebelum pertemuan AEM ke-42 pada bulan Agustus 2010 meskipun belum memenuhi persyaratan threshold AFAS Paket 8. Komitmen AFAS paket 8 memerlukan minimal 80 subsektor yang memenuhi threshold dengan beberapa ketentuan pada Mode 1 & 2, Mode 3 Foreign Equity Participation (FEP), dan Mode 3 Market Access (MA) non-foreign Equity Limitations. Pertemuan juga menegaskan tentang perlunya dilakukan review terhadap Horizontal Commitment apabila parameters for the liberalization of the remaining limitations dan List of MFN Exemptions telah disepakati.

Horizontal Limitation (HL) in Mode 3 MA

Kesepakatan HL dalam Mode 3 MA dapat dipindahkan ke jadwal komitmen spesifik dan dinilai pemenuhan threshold-nya sesuai parameter jadwal komitmen spesifik yang disetujui.

Mode 4

Pertemuan sepakat untuk melihat kemungkinan Liberalisasi mode 4 dengan membuat kesepakatan yang dituangkan pada Chapter on Movement of Natural Persons (MNP) sebagaimana telah dilakukan dalam ASEAN-ANZ FTA, hal ini dilakukan karena tingkat sensitivitas liberalisasi Mode 4 yang tinggi. Pertemuan tersebut meminta Sekretariat ASEAN menyiapkan initial draft tentang MNP untuk dibahas bersama-sama parameter liberalisasi Mode 4 pada pertemuan CCS ke-62.

Review Draft Protocol AFAS 8

Indonesia mengusulkan penambahan kalimat dalam draft protocol AFAS 8 pada paragraph 2 & 3, dan perbaikan “language� pada paragraph 5 agar ketentuan entry into force (EIF) yang didasarkan pada penandatanganan protokol menjadi berdasarkan ratifikasi. Berkaitan dengan perbaikan paragraph 5 tersebut, 9 (sembilan) negara anggota meminta Indonesia untuk segera menyampaikan formulasi baru (paragraph 5) kepada seluruh anggota paling lambat tanggal 24 Mei 2010.

Parameters for the Liberalization of Remaining Limitations

Belum adanya kesepakatan seluruh negara anggota ASEAN terhadap opsi C mengenai Parameters for the Liberalization of Remaining Limitations, terutama Singapura dan Indonesia. Dalam hal ini Indonesia menyampaikan usulan melalui Non Paper “Modalities for Liberalization of Mode 3 National Treatment (NT)� sebagai parameter alternatif dan didasarkan pada sejumlah persentase dari total limitations. Pendekatan ini hanya berarti apabila penghitungan jumlah limitasi dilakukan secara transparan dimana penghitungan yang telah dilakukan oleh Sekretariat ASEAN, diverifikasi oleh masing-masing anggota dan disepakati oleh semua negara anggota.

Pertemuan menyepakati usulan Indonesia sebagai Opsi D. Indonesia diminta untuk memberikan contoh penggunaan pendekatan total limitations kepada seluruh negara anggota melalui Sekretariat ASEAN paling lambat tanggal 11 Juni 2010 untuk dapat segera dipelajari dan memberikan keputusan atas usul Indonesia tersebut pada pertemuan CCS ke-62.

Flexibility

Pertemuan menyepakati bahwa flesibilitas 15% hanya dapat digunakan pada parameter/modalitas liberalisasi akan disepakati dan dilakukan secara “balance� pada seluruh moda liberalisasi dan tidak terkonsentrasi pada 1 moda. Kriteria dari “balance� dalam pembahasannya mengandung 2 opsi yang akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan CCS ke-62.

AEC Scorecard 2010

Pertemuan membahas AEC Scorecard measures dan meminta negara anggota ASEAN untuk memberikan masukan terhadap AEC Scorecard measures tersebut. Pertemuan juga meminta Sekretariat ASEAN untuk menyampaikan Scorecard kepada Komite Implementasi MRA untuk mendapat masukan, dan selanjutnya akan disampaikan pada pertemuan CCS mendatang untuk mendapatkan persetujuan.

Inventory of Barriers to Trade in Services

Negara anggota ASEAN diminta untuk melakukan update dan verifikasi terhadap daftar hambatan dalam perdagangan jasa (Inventory of Barriers to Trade in Services) yang disiapkan oleh Sekretariat ASEAN berdasarkan komitmen AFAS 7 sebelum pertemuan CCS mendatang.

Healthcare of the Sectoral Working Groups (HSSWG) Pertemuan HSSWG ke-24 dihadiri oleh wakil dari negara anggota ASEAN, kecuali Indonesia dan Singapura. Negara anggota ASEAN yang hadir melaporkan kemajuan pelaksanaan ASEAN MRAs.

MRA on Engineering

Pertemuan The ASEAN Chartered Professional Engineers Coordinating Committee (ACPECC) ke-8 menyetujui beberapa hal penting, yaitu Chairmanship ACPECC dirotasi dari Indonesia kepada Malaysia untuk 2 tahun, sementara sekretariat ACPECC tetap di Jakarta. Kedua, ACPECC menyetujui masuknya anggota baru The ASEAN Chartered Professional Engineers (ACPE) dari Singapura (5 Orang) dan Malaysia (8 Orang), sehingga total anggota ACPE yang teregistrasi berjumlah 266 orang, dimana termasuk didalamnya 24 orang anggota dari Indonesia. Selanjutnya, The 1st ACPE Networking Session and Seminar direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 23-24 Juli 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia. Terakhir, ACPECC menerima usulan konsep paper Malaysia untuk Professional Engineers Exchange Program (PEEP) tidak hanya mencakup insinyur junior dan baru lulus tetapi juga insinyur senior dan mahasiswa.

Arrangements for Sectoral Working Group (SWG) Meetings

Pertemuan Menyepakati bahwa pertemuan Sectoral Working Group on Logistics and Transport dan ASEAN Chartered Proffesional Engineers Coordinating Committee (ACPECC) akan dilaksanakan pada tanggal 6-8 Juli 2010 di Vung Tau, Vietnam. Terkait dengan rencana pertemuan SWG on Logistics and Transport, Indonesia meminta waktu untuk melakukan konsultasi internal untuk memastikan kehadiran delegasi Indonesia pada pertemuan tersebut, mengingat sektor logistik melibatkan beberapa instansi.

Private Sector Engagement

Pertemuan memandang bahwa empat gagasan yang disampaikan pada konsep paper yang disiapkan oleh Sekretariat ASEAN dapat diterapkan di masa yang akan datang. Keempat gagasan dimaksud adalah Dialogue with Private Sector Participants Associated with CCS Sectoral Working Group, Contribute to Policy-Business Dialogue on Logistics Sectors, Annual Dialogue with Private Sector Associations, dan Organize or Contribute to Service Seminar/Conference.

Tindak Lanjut Pasca Pertemuan CCS ke-61

Berkaitan dengan penyelesaian komitmen AFAS 8, Tim Koordinasi Bidang Jasa (TKBJ)-Kementerian Perdagangan akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pembahasan beberapa isu penting, antara lain: (i) melakukan pembahasan draft protocol AFAS paket 8 sebelum ditandatangani pada pertemuan AEM ke-42 bulan Agustus 2010; (ii) membahas non paper yang disampaikan Indonesia terkait dengan opsi usulan Parameters Liberalization of Remaining Limitation; (iii) membahas subsektor jasa yang dianggap sensitif di Indonesia dan menyusun initial offer AFAS Paket 8 untuk disampaikan pada pertemuan AEM ke-42; (iv) membahas kemungkinan alternatif pendekatan liberalisasi Mode 4.

Selanjutnya mengingat batas waktu penundaan MRA on Nursing Services, Dental dan Medical Practitioners oleh Indonesia telah berakhir pada bulan Januari 2010, TKBJ-Kementerian Perdagangan akan meminta masukan dari Kementerian Kesehatan terkait dengan isu tersebut.

Pertemuan CCS ke-62

Berdasarkan kesepakatan bersama pertemuan CCS ke-62 akan diselenggarakan pada tanggal 6-8 Juli 2010, di Vung Tau, Vietnam, back-to-back dengan Logistics and Transport Sectoral Working Group dan ASEAN Chartered Profesional Coordinating Committee (ACPECC). (aam)