BKF Selenggarakan Seminar “Strategi Ekonomi dan Fiskal untuk Perubahan Iklim di Indonesia�

Pengelolaan kebijakan yang tepat, koordinasi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan di dalam mengantisipasi perubahan iklim di Indonesia. Demikian benang merah pada seminar “Strategi Ekonomi dan Fiskal untuk Perubahan Iklim di Indonesia� yang diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rabu (18/09).

Seminar ini berlangsung di Hotel Aryaduta, Jakarta dan diikuti oleh 104 peserta yang terdiri dari para akademisi dari perguruan tinggi di Jakarta serta perwakilan dari unit eselon I di lingkungan Kemenkeu (Ditjen Pajak, Ditjen Bea dan Cukai, BapepamLK, BPPK, Itjen, Pusat Investasi Pemerintah-Setjen dan Ditjen Anggaran).

Perwakilan perguruan tinggi dihadiri oleh dosen dan mahasiwa dari 14 perguruan tinggi di Jakarta, yaitu Universitas Indonesia, STAN Jakarta, STIE YAI, Universitas Budi Luhur, Universitas Tarumanegara, Universitas YARSI, Universitas Atmajaya, UIN Syarif Hidayatullah, STIS-BPS, Universitas 17 Agustus 1945, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Prof. Dr. Mustopo (Beragama) dan Universitas Nasional.

Seminar dibuka dengan keynote speech Pgs. Kepala BKF yang dalam hal ini dibacakan oleh Sekretaris BKF, Winarto. Pgs. Kepala BKF menyampaikan bahwa penanganan perubahan iklim tidak hanya bergantung pada Pemerintah semata, tapi juga ditentukan oleh adanya dukungan dan kerja sama semua pihak. Pemahaman berbagai aspek strategis tentang pembangunan rendah karbon menjadi sangat penting dalam menggali dan menyebarluaskan berbagai pemikiran dan terobosan baru mengenai pembangunan rendah karbon.

Sebagai narasumber pada seminar adalah Ismid Hadad, Ketua Pokja Mekanisme Pendanaan, Dewan Nasional Perubahan Iklim dan Singgih Riphat, Pengarah Tim Koordinasi Kebijakan Fiskal untuk Perubahan Iklim, Kemenkeu. Bertindak sebagai moderator adalah Noeroso Loeloes Wahyudi, Peneliti Madya BKF.

Dalam seminar ini, Ismid Hadad menyampaikan materi tentang Pendanaan untuk Menanggulangi Perubahan Iklim: Mitigasi, Adaptasi, CDM, REDD+. Adapun Singgih Riphat menyampaikan materi mengenai Peran Strategis Kemenkeu Dalam Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim. Salah satu poin penting yang disampaikan oleh Singgih Riphat adalah bahwa BKF mendorong dunia akademis, khususnya dalam hal ini mahasiswa S1, S2 dan S3 untuk menulis skripsi/tesis atau disertasi tentang pendanaan dan kebijakan fiskal dalam perubahan iklim. Untuk itu BKF siap membantu dengan data dan informasi.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab, antusias peserta seminar sangat tinggi. Berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan kepada narasumber. Seminar yang berlangsung setengah hari ini diakhiri dengan penyampaian cinderamata dari BKF kepada perwakilan perguruan tinggi yang hadir.