Kerja Sama Indonesia dengan Islamic Development Bank Melalui Strategi Kemitraan Negara Anggota

Kepala BKF, Bambang P.S. Brodjonegoro, menyampaikan pemaparan berjudul “Strengthening Reform to Achieve Quality Growth� dihadapan kurang lebih 250 hadirin yang menghadiri Islamic Development Bank (IDB) Day, pada hari Rabu (11/05) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. 

Selain menjelaskan mengenai kondisi makroekonomi Indonesia saat ini, Kepala BKF juga menjelaskan mengenai target pemerintah dalam pembangunan jangka menengah. Beliau mengungkapkan bahwa kunci untuk meningkatkan pertumbuhanan ekonomi adalah dengan adanya perbaikan dalam regulasi dan promosi investasi.Kebijakan yang tepat mengenai investasi di Indonesia untuk mendukung pembangunan infrastruktur juga merupakan kunci penting untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi. 

IDB Day kali ini diselenggarakan sekaligus untuk meluncurkan Program Member Country Partnership Strategy (MCPS). MCPS dilaksanakan dengan prioritas pembangunan masing-masing negara anggota. Kerja sama MCPS dengan pemerintah Indonesia sudah dimulai sejak 2010. Di Indonesia, program ini dibagi menjadi dua tingkatan yaitu wilayah Jawa-Bali (disebut sebagai Program Regional) dan Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi (di sebut sebagai Program Tingkat Wilayah).

Peran IDB di Indonesia mencakup bidang keuangan syariah, kemitraan, pembangunan kapasitas. Sedangkan MCPS akan lebih difokuskan untuk mendukung pengembangan peluang yang muncul di daerah tertinggal seperti pembangunan akses antar wilayah, pembangunan daerah untuk mewujudkan kondisi perkotaan, pasokan air dan jaringan distribusi, pencapaian ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian dan pedesaan, serta dukungan untuk pengembangan sektor swasta terutama untuk UKM melalui akses murah untuk pengembangan ketrampilan, ketersediaan listrik dan investasi.

Menteri Keuangan, Agus D.W. Martowardojo dalam sambutannya mengatakan bahwa IDB merupakan mitra penting dalam pembangunan Indonesia. Hal itu tercermin dalam berbagai program kerjasama yang telah dilakukan. Pemerintah menyambut baik langkah IDB untuk mengembangkan Islamic Finance di Indonesia dan mengapresiasi rencana untuk mengembangkan potensi ekonomi lainnya. Indonesia sendiri telah bergabung dengan IDB sebagai salah satu pendiri pada tahun 1975. Indonesia juga tergabung dengan IDB Group dan merupakan anggota International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC), Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) dan Islamic Corporation for Insurance of Investments and Export Credits (ICIEC). Menteri Keuangan menambahkan bahwa sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, keberhasilan kerjasama dengan IDB juga akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan umat Islam di dunia. Kerja sama dengan anggota IDB lainnya merupakan langkah penting dalam meningkatkan perekonomian global secara umum dan negara-negara Muslim lainnya. 

Launching MCPS ini ditandai dengan penyerahan dokumen kerja sama oleh Presiden IDB, Ahmed Mohamed Ali Al-Madani, kepada Menteri Keuangan Indonesia, Agus D.W. Martowardojo. Presiden IDB mengatakan bahwa indikasi pembiayaan nasional untuk MCPS periode 2011-2014 diperkirakan berkisar antara US$3-3,3 Miliar.

Dalam sambutannya, Presiden IDB juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas economic performance yang telah dicapai. IDB berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Indonesia melalui strategi kemitraan negara-negara anggota atau MCPS. (dtw)

File Terkait:

Baca   Download

Baca   Download

Baca   Download

Baca   Download