Kepala BKF Menjadi Pembicara dalam Dialog Pakar KADIN Kebijakan Fiskal untuk Mendukung Investasi Pangan

BKF di Kadin

Jakarta (11/01): Badan Kebijakan Fiskal berpartisipasi dalam penyelenggaraan Dialog Pakar yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Ballroom Hotel Grand Hyat Jakarta pada Selasa, 10 Januari 2012. Kepala BKF, Bambang Brodjonegoro menjadi salah satu pembicara dalam dialog tersebut dengan membahas Kebijakan Fiskal untuk Mendukung Investasi Pangan".  


Dalam penjelasannya, Kepala BKF menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu skala prioritas dalam APBN 2012. Sasaran peningkatan ketahanan pangan tersebut antara lain: terpeliharanya dan meningkatnya tingkat pencapaian swasembada bahan  pangan pokok; terbangun dan meningkatnya luas layanan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi; menurunnya penduduk dan daerah yang rentan terhadap rawan pangan; terjaganya stabilitas harga pangan dalam negeri pada tingkat yang terjangkau; meningkatnya kualitas pola konsumsi pangan masyarakat; meningkatnya PDB sektor pertanian, perikanan dan kehutanan; serta tercapainya indeks nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar nelayan  menjadi lebih baik.


Untuk meningkatkan ketahanan pangan dan investasi pangan, pemerintah membuat regulasi dan memberikan insentif fiskal di sektor-sektor yang berhubungan dengan pangan diantaranya penetapan tarif bea masuk, mengalokasikan anggaran pada program-program yang berhubungan dengan pangan, serta pemberian subsidi di bidang pangan.

Program-program pemerintah antara lain: penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian; program pengelolaan sumber daya air; program peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman pangan; program pencapaian swasembada daging sapi dan peningkatan penyediaan pangan hewan yang aman, sehat, utuh dan halal; serta program pengembangan dan pengelolaan perikanan tangkap. Subsidi di bidang pangan yang diberikan pemerintah antara lain: subsidi pangan, subsidi pupuk, dan subsidi benih. Dengan kebijakan-kebijakan fiskal di bidang pangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan, meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan, dan meningkatkan  kualitas konsumsi pangan di Indonesia. (mi)