Rapat Koordinasi Persiapan Pembicaraan Pendahuluan Dalam Rangka Penyusunan RAPBN Tahun 2013

(Jakarta/23 Mei 2012) Sebagai langkah awal penyusunan RAPBN Tahun 2013 Badan Kebijakan Fiskal dengan Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan Rapat Koordinasi Persiapan Pembicaraan Pendahuluan Dalam Rangka Penyusunan RAPBN Tahun 2013 yang dihadiri oleh semua perwakilan Kementerian/ Lembaga seluruh Indonesia. Acara dibuka oleh Wakil Menteri Keuangan Ibu Any Ratnawati yang membahas tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dan sebagai narasumber adalah:
1.    Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Bapak Bambang P.S. Brodjonegoro
2.    Direktur Jenderal Anggaran, Bapak Heri Purnomo
3.    Direktur Jenderal Pajak, Bapak Fuad Rahmany
4.    Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan, Bappenas Bapak Wismaya Adi
Sebagai pengantar, Ibu Any Ratnawati mengatakan bahwa rapat koordinasi dilakukan demi menyamakan sudut pandang jajaran pemerintah serta menjaga harmonisasi sinergitas pemerintah dalam menghadapi pembahasan KEM-PPKF di DPR tanggal 16 Agustus 2012. Beliau juga mengupas sedikit tentang realisasi APBN-P TA 2012 dan menganjurkan kepada setiap Kementerian/ Lembaga untuk mempercepat realisasi untuk mencegah penumpukan realisasi di akhir tahun anggaran tetapi harus tetap memperhatikan asas efisiensi dan penghematan. Secara Highlights ibu Any Ratnawati menjelaskan kondisi perekonomian global di Tahun 2013 terutama kondisi negara-negara besar di Eropa dan Asia yang sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian nasional.

Sebagai pembicara pertama Bapak Wismana Adi Suryabrata membahas RKP Tahun 2013 dengan tema 4 isu strategis yaitu : peningkatan daya saing, peningkatan daya tahan ekonomi (economic resillence), peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat, serta pemantapan stabilitas social dan politik.

Sementara itu, Bapak Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan bahwa Perekonomian global tidak langsung mempengaruhi kita semua, tetapi yang harus kita pelajari adalah kejadian kecil di negara besar baik di Eropa maupun Asia akan membuat seluruh negara di dunia menjadi concern terhadap permasalahan tersebut. Kondisi ekonomi global saat ini mengeluarkan sinyal positif bagi perekonomian Nasional di tandai dengan recovery perekonomian Amerika yang terus membaik. Oleh karena itu kita harus tetap optimis terhadap perekonomian Indonesia tetapi harus tetap waspada dengan pengaruh perekonomian global.

Pemerintah sebagai jajaran birokrasi adalah pihak yang paling memungkinkan meminimalisir dampak dari perekonomian global. Salah satu caranya dengan mengadopsi apa yang menjadi tuntutan negara-negara maju.

Pada kesempatan selanjutnya, Direktur Jenderal Anggaran melengkapi pembahasan rapat koordinasi dengan evaluasi realisasi APBN-P 2012 secara global dan menghimbau kepada setiap Kementerian/ Lembaga untuk mempercepat realisasi Belanja di Tahun 2012.(ar)