Konferensi Modernization of Treasury System in APEC Economies di Bogor, 12-13 November 2012
Sebagai penutupan APEC Finance Ministers Process tahun 2012, Russia, Ketua APEC 2012, bersama-sama dengan Indonesia yang akan menjadi Ketua APEC tahun 2013 telah menyelanggarakan konferensi mengenai “Modernization of Treasury System in APEC Economies” di Bogor pada tanggal 12-13 November 2012. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 54 perwakilan dari ekonomi APEC seperti Brunei Darussalam, Chile, China, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Russia, Taipei, Thailand, dan Vietnam, serta lima perwakilan dari Sekretariat APEC dan the World Bank. Konferensi dipimpin oleh Alexander Demidov dari Federal Treasury Russia sebagai Chair APEC 2012. Dalam kesempatan tersebut, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Bobby A. Nazief, Staff Khusus Menteri Bidang IT sekaligus sebagai co-chair pertemuan, didampingi Decy Arifinsjah Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral yang merupakan Chair Senior Finance Official APEC 2013, Paruli Lubis, Direktur Transformasi Perbendaharaan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, sebagai pembicara terkait dengan Resiko sentralisasi operasi PFM, Scenaider C.H. Siahaan, Plt. Direktur Strategi Utang dan Portofolio Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, sebagai pembicara Asset Liability Management (ALM) didampingi staf substansi terkait.
Agenda treasury diangkat dalam diskusi forum APEC dengan memperhatikan bahwa beberapa ekonomi APEC, seperti Indonesia, Russia, Filipina, dan China, sedang menjalankan proses treasury reform di negaranya. Dalam konferensi, ekonomi-ekonomi tersebut berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam proses reformasi perbendaharaan dan delegasi Indonesia secara khusus belajar dari pengalaman dari Philipina, China, dan Russia yang memiliki kemiripan dengan Indonesia seperti karakteristik user/pengguna treasury system dan hambatan-hambatan spesifik seperti kapasitas SDM, proses pengadaan, dan integrasi sistem database informasi yang beragam.
Beberapa hal yang menarik dalam diskusi adalah tantangan spesifik yang dihadapi masing-masing negara dalam implementasi reform dan alternatif solusinya. Cem Dener, Senior Public Sector Specialist dari the World Bank yang pernah terlibat dalam program reformasi treasury di berbagai negara dan bertindak sebagai pembicara dalam konferensi memberikan pengetahuan kepada para peserta melalui presentasinya yang berjudul “A Tour Around the World: Transition to Integrated FMIS Solutions” bahwa terdapat fenomena internasional pergeseran peran kementerian keuangan sebagai penyedia data sistem perbendaharaan yang transparan sebagai bentuk kredibilitas institusi terkait efisiensi alokasi anggaran dan cash management. Akibatnya keberhasilan dari proses reformasi menuju treasury single account dan integrated financial management information system menjadi sangat penting.
Bagi Indonesia, diangkatnya agenda treasury system sangatlah penting untuk menggali pengalaman dari negara lain sebagai masukan dari pengembangan SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) dan juga untuk benchmarking bagi sistem perbendaharaan dan anggaran tersebut. Indonesia sendiri berencana melanjutkan agenda Treasury Reform dalam keketuaannya pada APEC tahun depan.