Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Kerjasama Internasional Pembiayaan Perubahan Iklim

Semarang – (13/12), pukul 08.30 -12.30 WIB bertempat di  Gedung Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang diselenggarakan Seminar Regional  Jawa Tengah dengan tema “Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Kerjasama Internasional Pembiayaan Perubahan Iklim, Forum Internasional G20, OECD dan Forum Multilateral Lainnya” atas kerjasama  Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro dengan Kementerian Keuangan RI.

Memberikan sambutan selamat datang oleh  Prof. Drs. H.Moh Nasir, Msi, Ph.D, Akt. Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro  kemudian  dilanjutkan sambutan oleh Dr. Sakli Anggoro M.P. Acc. Kepala Perwakilan Kemenkeu Propinsi Jatwa Tengah, Beliau menerangkan  peran  penting Kemenkeu dalam  pembiayaan perubahan iklim  yang merupakan  salah satu tugas dan fungsi Badan Kebijakan Fiskal  Pusat Kebijakan Pembaiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral (PKPPIM).  Menjadi  Keynote Speech  pada acara ini adalah Prof. Sudarto PH, MES,  Ph.D. selaku  Rektor Universitas Diponegoro, Beliau menjelaskan  secara singkat  tentang Global warming, mengapa terjadi , dampak nya secara ekonomi  dan bagaimana melakukan mitigasinya.

Acara dilanjutkan Dengan Paparan "Opsi Pendanaan RAD-GRK" Oleh S. Haryo Suwahyo selaku Kepala Bidang Pusat Kebijakan Pembaiyaan Perubahan Iklim dan Multilateral,  BKF. Dalam paparannya Haryo menjelaskan Komitmen Presiden Indonesia untuk mengurangi Emisi Gas Runah Kaca samapi pada tahun 2020 Selanjutnya dan bagaimana cara pendanaan dan strateginya baik untuk tingkat nasional dan daerah. Selanjutnya Joko Tri Haryanto, S.E., M.S.E. Kepala Subbidang Industri , Pusat Kebijakan Pembaiyaan Perubahan Iklim dan Multilateral,  BKF dengan paparan“ Anggaran Berbasis Lingkungan “. Dalam paparannya Joko menjelaskan proses perubahan anggaran konvensional menjadi anggaran berbasis lingkungan serta pernanan pemerintah untuk menwujudkan implementasi dari program pro environment.

Pembicara ketiga Syaifullah, S.E., M.Ec., Ph.D. Kepala Subbidang Forum Multilateral lainnya pada Pusat Pembaiyaan Perubahan Iklim dan Multilateral,  BKF dengan paparan “ Green Finance in SMEs & Financial Inclusion “. Menjelaskan tujuan dari Financial Inclusion adalah Mewujudkan sistem keuangan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, serta pemerataan pendapatan di Indonesia. Rakhmindyarto, S.E., M.Sc. Peneliti Pertama pada Pusat Pembaiyaan Perubahan Iklim dan Multilateral, BKF memberikan paparan “ Bilateral Offset Crediting Mechanism (BOCM) Sebagai Sumber Potensial Pendanaan Perubahan Iklim “.  Menekankan  tentang Potential Carbon Market dari indonesi.  Sebagai pembicara ke empat dan pembicara terakhir adalah Dhani Setyawan, S.E., M.P.P Peneliti Pertama pada Pusat Pembaiyaan Perubahan Iklim dan Multilateral, BKF dengan paparan “Potensi Pembiayaan Proyek Efisiensi Energi (Pendekatan Dana Bergulir) “.  Menjelaskan manfaat dan mekanisme penyaluran dari dana bergulir efisiensi energi. Adapun sebagai moderator dari sesi diskusi ini adalah Ibu Evi Yulia Purwanti, SE., M.Si Dosen Fakultas Ekonomi, Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan UNDIP. Sebelum menutup rangkaian acara seminar ini, moderator memberikan kesempatan kepada peserta yang berasal dari mahasiswa, dosen dan perwakilan instansi pemerintah di lingkungan pemda semarang dan kantor perwakilan Kemenkeu di Semarng untuk berdiskusi tanya jawab kepada para narasumber. (gh/yb)