Workshop on G20 Economic Diplomacy

Bogor (20/12): Sebagai konsekuensi dari partisipasi aktif dan kontribusi Indonesia pada kancah forum internasional, dipandang perlu untuk memperkuat kapasitas diplomasi di dalam penyiapan dan perumusan posisi-posisi nasionalnya pada pembahasan setiap isu dan agenda kerjasama di forum-forum internasional. Dengan mengambil contoh pada keterlibatan Indonesia pada forum G20, Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral mengadakan kegiatan Workshop on G20 Economic Diplomacy dalam rangka pengenalan dan pendalaman materi mengenai proses kerja sama G20, termasuk perumusan dan pembahasan agenda-agendanya. G20 digunakan sebagai pembelajaran dengan mengingat posisi Indonesia yang unik sebagai salah satu negara emerging markets dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil di dunia menjadi daya tarik negara anggota G20 lain untuk mendengarkan dan mempelajari pandangan dan usulan Indonesia dalam kerja sama G20.

Di samping itu, workshop ini dimaksudkan sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas (capacity building) yang tidak hanya terbatas bagi para staf dan pejabat yang menangani isu-isu kerja sama G20 saja, namun juga dapat dimanfaatkan bagi staf dan pejabat yang menangani isu-isu internasional lainnya, dimana penyiapan bahan dan kertas posisi menjadi salah satu tugas pokok sehari-hari.

Bertempat di Hotel Santika Bogor dan dilangsungkan pada 18 – 20 Desember 2012, acara ini diikuti oleh staf dan pejabat dari perwakilan pusat-pusat kebijakan di lingkungan BKF, serta staf dari kementerian lain seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri. Acara ini diawali dengan sambutan oleh Kepala PKPPIM, Bapak Irfa Ampri, yang di dalamnya menegaskan kembali tantangan diplomasi ekonomi saat ini sehingga penguatan kemampuan sumber daya manusia dalam penyusunan posisi Indonesia menjadi hal yang krusial. Beliau juga menceritakan pengalamannya selaku Delegasi RI tentang bagaimana kesiapan atas strategi penyampaian inisiatif melalui upaya diplomasi telah banyak mendukung posisi Indonesia, terutama baru-baru ini setelah diterimanya proposal Indonesia kepada G20 untuk isu pembiayaan infrastruktur yang juga telah menjadi amanat dari Presiden RI.

Selanjutnya, hari pertama workshop diisi dengan pengayaan materi dari delegasi RI pada pertemuan internasional, yaitu Bapak Syurkani, Kepala Bidang G20 Badan Kebijakan Fiskal, dan Bapak Denny Abdi, Kepala Subdirektorat PELH Kementerian Luar Negeri, yang juga aktif sebagai asisten Sherpa Indonesia untuk G20. Untuk memperkaya materi sebelumnya, Ibu Della Temenggung dan Bapak Brasukra Sudjana, adviser Pemerintah untuk keterlibatan Indonesia di fora-fora ekonomi internasional, menyampaikan materi terkait tahap dalam formulasi sebuah posisi dan intervensi yang didasarkan pada identifikasi dan analisis yang komprehensif terhadap agenda-agenda pada forum-forum internasional dan kepentingan nasional. Sedangkan pada hari kedua, peserta dipersiapkan untuk menyusun point-point intervensi dan melakukan simulasi pertemuan tinggi G20 dengan panduan dari fasilitator. Peserta diberikan informasi atas agenda-agenda G20 yang pada kesempatan ini dipilih antara lain Global Economy, Framework, Financial Regulation, dan Energy Commodity Market dan dibagi dalam kelompok untuk mewakili negara-negara anggota G20.

Pada sesi evaluasi di akhir acara, peserta mengapresiasi kegiatan ini sebagai suatu referensi bagi peserta, terutama para staf yang selama ini turut membantu dalam penyiapan pedoman delegasi RI, tentang jalannya suatu pertemuan internasional, dan bagaimana pengalaman ini akan memperkaya wawasan mereka serta memberi pengaruh pada proses penyiapan bahan sehingga dapat menghasilkan output yang lebih komprehensif lagi.