Peningkatan Kemitraan Strategis Antara Pemerintah Republik Indonesia Dan IDB Group
Jakarta (28/02): Bertempat di Gedung Juanda I Kementerian Keuangan lantai Mezzanine, Menteri Keuangan bersama – sama dengan Ketua Islamic Development Bank (IDB) Group telah menandatangani Host Country Agreement (HCA) atas Pendirian Country Gateway Office (CGO) di Indonesia dan Seminar The Role of Islamic Development Bank Group in Private Sector and Public-Private Partnership Investment di Indonesia. Acara di awali dengan kumandang lantunan ayat suci Al Qur’an surat Al-Baqarah ayat 275 sampai dengan 28.
Kemudian dilanjutkan dengan speech pertama oleh Khaled Mohamed Al-Aboodi Khaled Mohamed Al-Aboodi, CEO and General manager of Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) dalam sambutannya Khaled menyatakan menyambut baik dengan penandatanganan kerjasama antara IDB dan Indonesia yang nantinya diharapkan bisa membantu peningkatan pertumbuhan Indonesia dimasa depan. Speech kedua oleh Armida Alisjahbana, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dalam sambutannya Armida mengharapkan kerjasama yang bagus ini bisa terus mendorong peningkatan ekonomi Indonesa. IDB diharapkan bisa terus memberikan support kepada Indonesia baik dari dukungan pembiayaan pembangunan infrastruktur, sektor swasta dan mendorong pertumbuhan ekspor yang lebih baik.
Speech ketiga Ahmad Mohamed Ali, Chairman of the IDB Group menyampaikan “Kami senang bisa hadir di Indonesia melalui pendirian Country Gateway Office Islamic Development Bank Group. karena hal ini menunjukkan hubungan bilateral yang lebih kuat antara IDB dan Pemerintah Republik Indonesia, dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan Indonesia. serta penandatanganan perjanjian dengan sektor swasta di Indonesia, hari ini menunjukkan aksi nyata, setelah peluncuran kerangka kerja strategis dari IDB dengan negara anggota kemitraan untuk Indonesia pada tahun 2011, yang berbasis pada sektor swasta dan pembangunan infrastruktur sebagai pilar utama dan mengubah operasi yang telah disempurnakan dengan prinsip-prinsip pembangunan pro-aktif, inklusif dan regional yang seimbang”.
Speech keempat Agus D.W. Martowardojo, Menteri Keuangan RI menyatakan “Sebagai tuan rumah untuk acara hari ini saya ingin menyambut anda semua untuk kesempatan monumental ini. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih, terutama H.E Dr Ahmad Mohammed Ali, Presiden IDB dan stafnya atas dukungan tanpa henti mereka, tanpa itu, acara ini tidak mungkin terwujud. Ini adalah Great Pleasure bagi saya untuk berada di sini hari ini di acara khusus, di mana kita menandai tonggak lain dalam kerjasama kami dengan Islamic Development Bank”. Menkeu juga mengucapkan rasa teriamkasih atas dukungan IDB dalam pembangunan Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar dan Rumah Sakit Sumatera Utara, selain hibah untuk Aceh dan Sumatera Utara untuk pemulihan, karena tsunami pada tahun 2004.
Selanjutnya Agus Martowardojo menyatakan “Hari ini kita akan mencoba untuk menyelesaikan masalah ini dengan menjembatani komunikasi kami dan membawa IDB lebih dekat ke rumah. Hari ini kita akan membangun bukti fisik dari kerjasama kami dengan penguatan Bank. Hari ini untuk pertama kalinya dalam 38 tahun hubungan kami, IDB akhirnya akan memiliki rumah di sini di Indonesia sebagai sebuah kelompok, untuk meningkatkan dan mengganti Perwakilan IDB, yang sudah didirikan pada tahun 2002. Dengan rumah baru ini, kami berharap IDB akan membuka pintu bagi lebih banyak investasi dan peluang pembiayaan di Indonesia, sekaligus memperkuat jangkauannya kepada mitra dan pemegang saham potensial di negeri ini. Dengan rumah baru ini, kami berharap bahwa IDB tidak hanya dapat menangkap peluang pasar dalam negeri, tetapi juga menciptakan peluang untuk Bisnis Indonesia di luar negeri. Menyinggung Seminar, saya ingin menyampaikan harapan saya yang tulus bahwa dengan membawa IDB lebih dekat dengan klien potensial, IDB akan memainkan peran yang lebih signifikan dalam membangun lembaga-lembaga publik dan swasta, serta mendukung pengembangan infrastruktur yang sangat dibutuhkan Indonesia”.
Sebagai penutup Agus menyampaikan “Sebagai penutup, sebagai Gubernur IDB dari Indonesia, Saya ingin mengucapkan selamat kepada Manajemen Bank untuk prestasi ini dan saya berharap semua yang terbaik dalam upaya mereka untuk memaksimalkan hubungan dengan Indonesia”.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Host Country Agreement for the Establishment of the IDB Group Country Gateway Office dan penandatanganan Financing Agreement between ICD and Indonesian Private Sector. Seusai penandatanganan, diselenggarakan press conference untuk memberikan informasi kepada media.
Melangkah pada acara seminar yang bertemakan “The Role of IDB Group in the Development of Public and Private Sector”, terbagi ke dalam dua sesi. Pada sesi pertama dengan mengambil tema IDB Group and Development of Private Sector, Bambang Brodjonegoro (Kepala Badan Kebijakan Fiskal) menjadi salah satu panelis dengan presentasinya yang bertopik Opportunity of IDB Group to Invest in the Indonesia Evolving Private Sector. Sesi Kedua pada seminar ini, Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Badan Kebijakan Fiskal, Irfa Ampri, juga ikut berperan dengan memoderatori seminar yang bertemakan IDB Group Investment in Indonesia Development Program. Keseluruhan Acara ditutup oleh Mahendra Siregar, Wakil Menteri Keuangan II. (GH)