Seminar Nasional - Kebijakan Pendapatan Negara Untuk Meningkatkan Penerimaan APBN
Seminar Nasional
“Kebijakan Pendapatan Negara Untuk Meningkatkan Penerimaan APBN”
Purwokerto (24/4): Bertempat di Gedung Roedhiro Fakultas Ekonomi, Universitas Jenderal Soedirman, Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, Badan Kebijakan Fiskal bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman menyelenggarakan Seminar Nasional Perpajakan dengan tema “Kebijakan Pendapatan Negara untuk Meningkatkan Penerimaan APBN”. Para undangan berasal dari dosen, mahasiswa, sekolah tinggi, pemerintah daerah, serta pelaku bisnis di wilayah Purwokerto dan sekitarnya.
Seminar diawali dengan laporan Ketua Panitia, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman yang diwakili oleh Drs. Mafudi, Msi, AK selaku Pembantu dekan III. Selanjutnya seminar dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Jenderal Soedirman yang diwakili oleh Dr.Eko Haryanto, Msi, AK,. Selaku Pembantu Rektor II, menjelaskan sekilas mengenai latar belakang acara seminar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar permasalahan dan solusi terkait permasalahan ekonomi dapat di selesaikan sehingga akselerasi pembangunan akan berjalan dengan lancar serta pendistribusian APBN yang merata di seluruh Indonesia. Selain itu, diharapkan agar kegiatan seminar ini akan meningkatkan sinergi antara institusi pendidikan dan institusi pemerintah dalam melakukan kerjasama.
Dalam kesempatan ini, Astera Primanto Bhakti, M.Tax,. Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, Badan Kebijakan Fiskal menyampaikan sambutan serta mempresentasikan makalahnya terkait kondisi perkenomian Dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar terjalinnya kerjasama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta adanya kesamaan pandangan, sehingga kedepannya simplifikasi dibidang perpajakan dapat dilakukan bersama dalam kaitannya penggalian potensi pajak di daerah.
Seminar dibagi dalam dua sesi, dalam sesi I, seminar dipandu oleh Kasubbid Evaluasi Kebijakan Kepabeaan, Nursidik Istiawan, SE, MA sebagai moderator. Bertindak sebagai pembicara pertama adalah Dr.Wawan Juswanto, Kepala Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara, Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, membawakan topik “Peran Strategis Kebijakan Pendapatan Negara Terhadap Penerimaan APBN”. Dalam paparannya, beliau menyampaikan Perkembangan Terkini Perekonomian Global dan Kinerja Ekonomi Domestik 2013, Kinerja Pelaksanaan APBN-P 2012 dan APBN 2013 Serta Langkah-Langkah Strategis Peningkatan Penerimaan Negara. Pembicara kedua adalah Perwakilan Direktorat Jenderal Pajak, Dr.Yon Arsal, dalam topik paparannya yang berjudul “Optimalisasi Penerimaan Pajak Sebagai Sumber Pendanaan APBN”, beliau menyampaikan bahwa peningkatan efektifitas pengawasan dan penegakan hukum yang berbasis sektoral merupakan bagian dari strategi utama Direktorat Jenderal Pajak khususnya melalui pendekatan ekonomi, sehingga diharapkan resiko tax evasion lebih kecil atau sedikit karena pengawasan pajak dilakukan dengan lebih terfokus, sehingga memaksimalkan penerimaan pajak negara. Bertindak sebagai pembicara ketiga adalah Dr.Nurul Anwar, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman yang membawakan topik “Potensi Peningkatan Penerimaan Pajak dari Sudut Pandang Akademisi” dalam paparannya, beliau menyampaikan betapa pentingnya peran pajak sebagai salah satu indikator dalam pembangunan negara terutama dalam penerimaan negara.
Dalam sesi II seminar, bertindak sebagai moderator adalah Lilis Siti Badriah, SE, Msi., Sedangkan yang bertindak sebagai pembicara pertama adalah Bpk. Basuki Rahmat, yang mewakili Kepala Kantor Wilayah DJP Jateng II, yang menyampaikan topik “Analisis Potensi Pajak”. Pembicara kedua adalah Bpk. Purwitohadi, Kepala subbidang PPN dan PPNBm, Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, Badan Kebijakan Fiskal, yang membawakan topik “Kebijakan Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai untuk Mendukung Penerimaan Negara”, dan bertindak sebagai pembicara ketiga adalah Bpk. Abdul Mungid, yang mewakili Kepala KPP Pratama Purwokerto yang menyampaikan paparan dengan topik “Upaya Penggalian Potensi Pajak Tahun 2013”.(ra)