APEC Senior Finance Official's Meeting (SFOM) Di Manado, Sulawesi Utara
Manado (22/5): Bertempat di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Sulawesi Utara, Badan Kebijakan Fiskal bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan APEC Senior Finance Officials' Meeting and Workshop on Financial Inclusion pada tanggal 22-24 Mei 2013. APEC Senior Finance Officials’ Meeting (SFOM) diselenggarakan pada tanggal 22-23 Mei 2013 yang dihadiri oleh 66 delegasi dengan termasuk 25 pembicara di dalamnya yang diantararanya berasal dari IMF, World Bank, ADB, APEC PSU, Rusia, Australia dll. Pada 22 Mei 2013, acara utama dimulai pukul 08.30 WITA dengan opening remarks oleh Decy Arifinsjah selaku SFOM Chair of the APEC Finance Deputies Meeting 2013. Decy Arifinsjah memberikan ucapan selamat datang untuk para delegasi. Beliau menjelaskan bahwa pertama, Deputi menyetujui APEC Finance Ministers’ Process harus dimanfaatkan untuk memperkuat dialog regional mengenai isu-isu makro ekonomi dan keuangan. Ada beberapa saran bahwa ekonomi APEC harus memperkuat konsumsi domestik mereka, daya saing, kerangka peraturan dan lebih meningkatkan investasi untuk mendukung pertumbuhan, khususnya di bidang infrastruktur. Kedua, Deputi melihat pentingnya membangun database yang kuat dan analisis pembiayaan perdagangan untuk memungkinkan kita memahami masalah ini lebih baik dan mempertimbangkan respon kebijakan yang tepat, terutama karena sifat perdagangan yang berkembang. Kemudian Decy Arifinsjah mempersilahkan para delegasi untuk melakukan Photo Session bersama selama 10 menit.
Sesi pertama dimulai pukul 09.00 WITA dengan tema “Current Economic Outlook And Financial Stability In The Region”. Sesi pertama diisi oleh 10 orang pembicara. Pembicara pertama adalah Yuko Kinoshita, Assitant to the Director of the IMF’s Regional Office for Asia and the Pacific, IMF. Yuko menjelaskan tentang “Prospek Ekonomi Global dan Risikonya”, yang memaparkan tentang aktivitas awal untuk memulihkan kemunduran di tahun 2012 diantaranya produksi industri dan perdagangan dunia dengan persentase pergerakan rata-rata tahunannya, kondisi finansial yang telah ditingkatkan, kondisi pinjaman bank yang masih ketat, terutama di kawasan eropa. Kemudian pembicara kedua adalah Gilles Alfandari, Senior Economist, International Policy and Partnerships Group (IPPG), World Bank. Gilles menjelaskan tentang “ Prospek Ekonomi Global”, yaitu dengan mendorong tanda-tanda pertumbuhan yang kokoh, kondisi pasar finansial yang ditingkatkan sejak Juli 2012, aliran modal swasta ke negara-negara yang berkembang kuat di bulan April. Pembicara ketiga adalah Haruya Koide, Principal Regional Cooperation Specialist, ADB. Haruya memaparkan tentang makro ekonomi dan situas kondisi finansial asia serta tantangan global dan peluang untuk kerja sama regional. Sesi pertama terus berlangsung dengan diisi oleh 5 orang pembicara berikutnya dengan tema yang sama. Kemudian acara berlangsung dengan tema kedua yaitu ”Report on Progress of Disaster Risk Management” dimulai pukul 11.45 WITA yang diisi oleh 2 orang pembicara.
Kemudian Sesi kedua dimulai pukul 14.00 WITA dengan tema “ Infrastructure Investment” yang diisi oleh 3 orang pembicara yaitu Kamran Khan (Program Director Global Infrastructure Finance Centre of Excellence, World Bank), Glenn Campbell (Director Department of Finance Canada) dan Herminio C. Runas JR (Director International Finance Policy Office Department of Finance Philippines).
Sesi ketiga dimulai pukul 16.00 WITA dengan tema “Financial Inclusion” yang diisi oleh 4 pembicara yaitu Ivan Mortimer-Schutts (Leader for Retail Payments and Mobile Banking in East Asia IFC), Julius Caesar Parrenas (APEC Business Advisory Council), Ricky Satria (Assistant Director Acces to Finance and SME Development Department Bank Indonesia), dan Carlos Pinerua (Country Coordinator for Finance and Private Development Sector World Bank). Sesi ketiga berakhir pukul 17.00 WITA.
Gubernur Sulawesi Utara juga turut antusias sebagai tuan rumah memberikan sambutan dengan mengundang para delegasi, panitia acara APEC SFOM dan perwakilan dari pemerintah daerah untuk Dinner bersama di rumah Gubernur Sulut pada pukul 18.00 WITA. Di acara Dinner bersama Gubernur tesebut disajikan Cultural Performance khas Sulawesi untuk menghibur para tamu. Cultural Performance yang ditampilkan berupa tarian katrili, tarian cakalele, paduan suara dll. Pada saat tarian disajikan para delegasi diajak untuk menari bersama yang membuat suasana acara semakin menarik.
Pada tanggal 23 Mei 2013, sesi keempat sampai dengan sesi keenam dimulai pukul 09.00 WITA. Sesi keempat dengan tema “Trade Finance” akan diisi oleh 3 pembicara. Sesi kelima dengan tema “Treasury and Budget Reform” yang akan diisi oleh 3 pembicara, dan Sesi keenam dengan tema “Other Business” akan diisi oleh 2 pembicara. Acara SFOM keseluruhan akan berakhir pukul 12.30 WITA diakhiri makan siang bersama.
Workshop on Financial Inclusion sendiri diadakan pada 23-24 Mei 2012 yaitu setelah berakhirnya APEC Senior Finance Official’s Meeting (SFOM) dengan sebagian delegasi juga merupakan delegasi yang mengikuti APEC SFOM. (RR)







