Seminar Kebijakan Fiskal 2013 Dan Perkembangan Ekonomi Terkini Di Bangka Belitung
Pangkal Pinang (30/05): Badan Kebijakan Fiskal dan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan seminar “Kebijakan Fiskal 2013 dan Perkembangan Ekonomi Terkini” yang dihadiri oleh para Regional Economist di Hotel Santika, Pangkal Pinang. Acara ini merupakan kelanjutan dari serangkaian acara Kementerian Keuangan yang juga telah diselenggarakan di beberapa kota seperti Banda Aceh, Yogyakarta, Jayapura, Pekanbaru, Medan, dan Manado dengan tujuan untuk menyampaikan kebijakan pemerintah kepada para akademisi dan masyarakat agar dapat memberikan feed back dan respon positif dari stakeholders. Hadir juga pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kep. Bangka Belitung, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kep. Bangka Belitung, Pimpinan SKPD Provinsi Kep. Bangka Belitung, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kep. Bangka Belitung, Pejabat Pemda setempat, BUMN, BUMD serta para akademisi dari Universitas Bangka Belitung dan Universitas Sriwijaya.
Acara diawali dengan Mars Nilai-nilai Kementerian Keuangan yang didendangkan oleh pegawai dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kep. Bangka Belitung dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri bersama seluruh peserta Seminar untuk menambah semangat nasionalisme dan semangat mengikuti jalannya seminar. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan, Winarto. Pada kesempatan ini Kakanwil menyampaikan welcoming remarks dan mengucapkan terima kasih kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kep. Bangka Belitung, Kementerian Keuangan, serta para tamu undangan yang telah hadir. Menurut Beliau, seminar ini merupakan kick off dalam menciptakan sinergi yang baik antara Kementerian Keuangan dengan Pemerintah Daerah Provinsi Bangka Belitung. Seminar dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bangka Belitung, Imam Mardi Nugroho. Beliau menjelaskan tentang perkembangan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan pentingnya memahami isu-isu yang terkait dengan perkembangan ekonomi terkini. Dengan adanya seminar ini diharapkan semua pihak yang terkait baik itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan juga pihak swasta dapat saling bersinergi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selanjutnya sesi berikutnya adalah paparan materi dan diskusi dimana acara seminar ini dipandu oleh Ibu Bernadette Robiani dari Universitas Sriwijaya yang bertindak sebagai moderator dengan menghadirkan tiga orang pembicara, yaitu Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal, Luky Alfirman, Konsultan dari Asian Development Bank, Harmawan Rubino Sugana, dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Bangka Belitung, Nazalyus.
Sebagai pembicara pertama, Luky Alfirman menjelaskan tentang perkembangan perekonomian terkini dan outlook 2013 yang mencakup beberapa pokok bahasan, diantaranya adalah perkembangan ekonomi global, perkembangan ekonomi domestik, 3 (tiga) masalah utama saat ini, tantangan ke depan, serta isu terkini yang masih sangat hangat dibicarakan yaitu tentang kebijakan subsidi BBM, APBN-P 2013 dan RAPBN 2014.
Presentasi kedua disampaikan oleh Harmawan Rubino Sugana, beliau berbicara tentang Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan-Perkotaan oleh Pemerintah Daerah yang terdiri dari beberapa materi terutama yang menyangkut pengalihan PBB P2 ke Pemerintah Daerah, peran PBB-P2 dalam APBD, kesiapan daerah dalam memungut PBB-P2, tantangan yang akan dihadapi, serta solusi yang akan diterapkan dalam mengatasi tantangan tersebut.
Pemaparan terakhir disampaikan oleh Nazalyus yang membahas lebih dalam tentang potensi Ekonomi Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam paparannya, Nazalyus menjelaskan gambaran umum tentang geo strategis Bangka Belitung dalam zona-zona ekonomi regional, prioritas pembangunan 2012-2017, strategi pembangunan yang meliputi 4 (empat) Track Strategy, yaitu Pro-Masyarakat Miskin (Pro-Poor), Pro-Lapangan Kerja (Pro-Job), Pro-Pertumbuhan (Pro-Growth), dan Pro-Lingkungan (Pro-Environtment) serta sektor unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Pariwisata, Perindustrian, dan Perdagangan). Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipimpin oleh Bernadette Robiani. Peserta sangat antusias dalam memberikan masukan dan pertanyaan pada sesi tanya jawab. Beberapa peserta memberikan masukan berkaitan dengan pengelolaan APBN, Diversifikasi sumber energi dan pertanyaan teknis berkaitan dengan pengelolaan APBD. Sebelum acara selesai para pembicara diberikan cinderamata dan foto bersama. (gh/ga)