Sosialisasi Perkembangan Ekonomi Dan Fiskal Terkini
Solo(14/11): Bertempat di The Royal Surakarta Heritage, Solo, Kamis pagi, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan bersama Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Sekretariat Jenderal Kemenkeu menyelengarakan “Sosialisasi Perkembangan Ekonomi dan Fiskal Terkini”. Sosialisasi ini diselenggarakan dalam rangka sharing informasi mengenai kebijakan pemerintah pusat terkait perkembangan perekonomian dan APBN 2014 kepada para stakeholders yang ada di daerah Jawa Tengah pada umumnya dan Solo pada khususnya, serta untuk mendapatkan feedback dan respon positif dari para stakeholders terkait kebijakan tersebut.
Sosialisasi yang dihadiri oleh sekitar 100 orang peserta ini dibuka oleh Boediarso Teguh Widodo, Direktur Jenderal Perbendaharan Negara Kemenkeu. Dalam sambutannya, Boediarso Teguh Widodo menyampaikan sosialisasi ini penting dalam rangka sharing informasi mengenai kondisi perekonomian terkini, baik domestik maupun global internasional serta langkah antisipasi yang telah dan akan diambil untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional. Serta sharing mengenai kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan Pro job, Pro poor, Pro growth serta Pro environtment.
Boediarso juga menekankan perlunya bersinergi untuk mengantisipasi dampak perlambatan perkonomian global terhadap perkonomian domestik dalam menjaga pertumbuhan ekonomi domestik dengan tetap mejaga sinergi ekonomi daerah. Di akhir sambutannya, Boediarso menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan ajang tukar pendapat yang baik dan positif antar wakil-wakil dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah DPR, DPRD, para akademisi, dan pengusaha sehingga bisa mendapat masukan-masukan yang baik untuk perbaikan di masa depan.
Acara sosialisasi ini kemudian dilanjutkan dengan penyampaian keynote speech oleh Mohammad Hatta, Anggota Komisi XI DPR RI. Hatta menyambut baik adanya penyelanggaraan sosialisasi ini dan mengingatkan kepada pemerintah daerah yang masuk dalam dapil yang masuk dalam daerah pemilihannya untuk terus meningkatkan PAD sehingga bisa menambah pendapatan daerah dengan memberikan stimulus-stimulus untuk menghadapi perubahan perekonomian global yang masih belum membaik karena adanya perlambatan ekonomi. Hatta menekankan bahwa sosialisasi ini dapat memberikan informasi dan bahan masukan bagi daerah untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan.
Setelah penyampaian sambutan, sosialisasi dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi. Sesi ini dimoderatori oleh Dr. Mulyanto, M.E., Ketua Focus Group Bidang Kajian Fiskal Regional ISEI Surakarta/FE UNS. Sesi ini menampilkan 3 (tiga) pembicara yaitu Yoopi Abimanyu, Peneliti pada Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM) BKF Kemenkeu; Purwiyanto, Direktur Penyusunan APBN, Direktur Jenderal Anggaran (DJA) Kemenkeu; dan Putut Hari Satya, Kepala Sub Direktorat Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu.
Pembicara pertama, Yoopi Ambimanyu menyampaikan materi mengenai Perkembangan Perekonomian Terkini dan Respon Kebijakan yang mencakup tentang sekilas perekonomian Indonesia, perkembangan terkini perekonomian domestik, outlook ekonomi global, outlook ekonomi makro, prospek dan tantangan perekonomian ke depan serta RAPBN 2014. Pembicara kedua, Purwiyanto memaparkan materi mengenai Pokok-pokok Kebijakan Fiskal dan Postur APBN 2014. Dalam paparannya, Purwiyanto menjelaskan mengenai pengertian APBN, struktur APBN, arti penting APBN, dan keterkaitan antar komponen APBN, pokok-pokok APBN 2014, kendala dan tantangan APBN, dan garis besar beberapa statistik dalam APBN. Pembicara ketiga, Putut Hari Satya mempresentasikan mengenai Kebijakan Transfer Ke Daerah. Dalam paparannya Putut Hari Satya menjelaskan mengenai kebijkaan transfer dalam konsep hubungan keuangan pusat dan daerah, transfer ke daerah pada APBN 2014, evaluasi atas implementasi transfer ke daerah (DAU,DBH, dan DAK) serta hubungan transfer ke daerah dengan pembangunan ekonomi daerah.
Setelah penyampaian materi oleh para pembicara, acara sosialisasi ini dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta sangat antusias dan aktif selama sesi ini berlangsung. Permasalahan yang didiskusikan oleh para peserta sosialisasi ini antara lain terkait kesungguhan pemerintah pusat dalam menjalankan kebijakan serta ketepatan kebijakan yang diterapkan untuk daerah. Sosialisasi ini kemudian ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator (gh/mi).



