Seminar Kebijakan Fiskal Dan Perkembangan Ekonomi Terkini Di Gorontalo
Gorontalo (04/12): Bertempat di Hotel Maqna, Gorontalo, pada hari rabu 4 Desember 2013 diselenggarakan Seminar Kebijakan Fiskal 2013 dan Perkembangan Ekonomi Terkini yang merupakan bagian dari rangkaian seminar serupa yang telah diselenggarakan sepanjang tahun 2013. Sosialisasi ini diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Fiskal dan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan dalam rangka sharing informasi mengenai kebijakan pemerintah pusat terkait kebijakan fiskal, perkembangan perekonomian terkini, dan APBN 2014 kepada para pemangku kepentingan (stakeholders) yang ada di daerah Provinsi Gorontalo dan untuk mendapatkan feedback dan pandangan dari stakeholders terkait kebijakan tersebut sehingga ke depannya kebijakan pemerintah pusat bisa ditingkatkan kualitasnya. Peserta kegiatan seminar ini adalah para akademisi, pejabat dan pegawai Pemerintah Provinsi Gorontalo, kalangan perbankan dan industri keuangan nonbank, pejabat dan pegawai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta pejabat dan pegawai kantor perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Gorontalo.
Acara seminar ini dibuka dengan welcome remarks oleh Sudarso Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Gorontalo. Dalam sambutannya Sudarso menyambut baik terhadap diadakannya seminar ini karena selain sebagai media sosialisasi kebijakan juga dapat mempertemukan pembuat kebijakan di tingkat pusat dengan stakeholders di daerah untuk mendapat pandangan dan pendapat atas kebijakan yang telah dibuat. Sudarso kemudian menyampaikan sekilas APBN 2014 termasuk dinamika perkembangan perekonomian yang melatar belakangi penyusunan APBN 2014 tersebut. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan kegiatan inti seminar Kebijakan Fiskal 2013 dan Perkembangan Ekonomi Terkini dengan moderator Siska Indirawati, S.E, M.A (Kepala Bidang Data Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian, PKEM-BKF) dengan pembicara Kindy Rinaldy Syahrir, B.Eng., M.Comm., M.Ec (Kepala Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro, PKEM-BKF), Agung Widiadi SE, M.Sc (Kepala Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara II, Direktorat Penyusunan APBN, DJA), serta Dr. Agus Tony Poputra, S.E., Ak, M.M., M.A. (Regional Economist Kementerian Keuangan).
Kindy Rinaldy Syahrir menyampaikan materi tentang perkembangan perekonomian terkini baik global maupun domestik, volatilitas perekonomian, dan respon kebijakan atas volatilitas tersebut. Dalam paparannya, Kindy menyarikan kondisi perekonomian global bahwa ekonomi global masih menghadapi pelemahan di 2014 walau diperkirakan masih lebih baik dari 2013, gejolak likuiditas global dan harga komoditas pasar global masih berpotensi terjadi, serta volume perdagangan diperkirakan meningkat secara moderat. Terkait volatilitas disampaikan bahwa harga komoditas global, nilai tukar, yield obligasi, dan defisit transaksi berjalan di negara berkembang yang diperkirakan masih berfluktuasi. Selain itu Kindy juga memaparkan kebijakan yang antisipatif dan responsif dalam mencegah dan memitigasi terjadinya krisis yang telah disiapkan serta koordinasi antara pemerintah dan instansi yang terkait untuk memitigasi risiko internal dan eksternal.
Agung Widiadi menyampaikan materi pokok-pokok kebijakan fiskal dan postur APBN 2014. Dalam paparannya Agung menyampaikan karakteristik APBN sebagai rencana keuangan pemerintah dan keterkaitan antar komponen APBN. Selanjutnya memberikan gambaran angka asumsi dasar ekonomi makro serta besaran angka APBN 2014. Beliau juga menyampaikan arah kebijakan fiskal tahun 2014 terkait kebijakan perpajakan, PNBP, belanja pemerintah pusat, transfer ke daerah, dan kebijakan pembiayaan. Selain itu, dipaparkan juga kendala dan tantangan dalam APBN terkait keterbatasan ruang fiskal, besarnya mandatory spending, penyerapan anggaran yang belum optimal, serta kelemahan dalam proses penganggaran. Selanjutnya disampaikan pula upaya dalam meningkatkan kualitas belanja negara dalam APBN.
Agus Tony Poputra memaparkan materi tentang perekonomian Provinsi Gorontalo dengan tajuk “Gorontalo, mau kemana dan bagaimana?”. Dalam paparannya, Agus menyampaikan visi, misi, dan kondisi obyektif perekonomiaan, ketenagakerjaan, serta APBD provinsi Gorontalo. Kemudian disampaikan hal-hal yang perlu dilakukan oleh Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat Gorontalo antara lain (i) tetap fokus pada pertanian, (ii) modernisasi infrastruktur pertanian, (iii) hilirisasi kegiatan pertanian, (iv) pembangunan berbasis kelurahan/desa, (v) mengubah paradigma kegiatan pembangunan, dan (vi) mengubah pola pikir masyarakat.
Setelah penyampaian materi oleh para pembicara, acara seminar ini kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam sesi ini, peserta sangat antusias dan aktif dalam menyampaikan pertanyaan dan pendapat terkait isi seminar dan kebijakan pemerintah pada umumnya. Sosialisasi ini kemudian ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator. (tw-atn)




