Financial Inclusion Alat Untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi dan Mengurangi Kemiskinan

Jakarta (16/12): Kementerian Keuangan bekerjasama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, World Economic Forum dan McKinsey menyelenggarakan Workshop Internasional tentang Financial Inclusion dengan tema “ Overcoming Key Barriers to Financial Inclusion Through Public-Private Collaboration ” di Aula lantai Mezzanine Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan. Welcoming Remarks Acara Workshop ini dilakukan oleh Michael Koenitzer dari World Economic Forum, yang menyampaikan Bahwa tema Financial Inclusion ini akan di bawa secara berkelanjutan di Forum Internasional di beberapa Negara.  Dilanjutkan dengan Opening Speech dari Menteri Keuangan.

Dalam sambutannya Menteri Keuangan M. Chatib Basri menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kesediaan tamu untuk berkenan hadir dalam Workshop ini. Acara ini adalah salah satu cara yang baik untuk menyebarkan informasi tentang bagaimana Financial Inclusion dapat menjadi alat yang kuat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Chatib Basri juga menyampaikan bahwa kondisi ekonomi global yang masih mengalami volatilitas dan turbulensi belum menunjukkan adanya perbaikan. Hal ini akan semakin memberikan tekanan lebih besar terutama pada Negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Meskipun ada tekanan seperti ini Indonesia masih Confidence dengan melihat indikator fundamental ekonomi yang baik dan dalam hal kinerja makro ekonomi, Indonesia memiliki rata-rata pertumbuhan PDB sekitar 6 % selama 5 tahun terakhir dan mempertahankan inflasi yang terkontrol.  Dalam penutupan sambutannya Menkeu menyampaikan “sekarang saatnya bagi saya untuk berhenti dan membiarkan Anda memulai dalam diskusi yang produktif. Saya terima kasih sekali lagi atas partisipasi Anda dan berharap Anda semua bisa memberikan masukan serta rekomendasi yang terbaik ”.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dimana peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membahas materi. Acara ini dibagi menjadi dua sesi, Sesi pertama sebagai Overcoming Barriers yang di awali dengan penyampaian materi diskusi oleh Philia Wibowo dari McKinsey. Sesi kedua sebagai Tacking Action dipandu oleh Eny V. Panggabean dari Bank Indonesia, Budi Gunadi Sadikin dari Bank Mandiri dan Ivan M. Schutts dari International Finance Corporation. Sedangkan Sesi penutupan berupa Conclusion disampaikan oleh Philia Wibowo dari McKinsey dan Closing remarks oleh DR. Kusumaningtuti S. Soetiono dari Otoritas Jasa Keuangan. Acara ditutup dengan makan siang.

Adapun  salah satu tujuan Workshop Financial Inclusion ini adalah untuk meningkatkan kegiatan ekonomi sebagai cara untuk membantu mengangkat masyarakat dari garis kemiskinan. Hal ini berlaku umum bahwa ada korelasi yang tinggi antara ekonomi berjalan mulus dan pengurangan orang di bawah garis kemiskinan. Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah telah membuat kemajuan yang baik dalam mengurangi kemiskinan. Diharapkan kedepan bahwa peningkatan akses terhadap jasa keuangan di daerah akan dapat membantu untuk mengatasi ketidaksetaraan dan pengurangan kemiskinan. (gh/aam)