Peningkatan Kapasitas Mental dan Agama Pegawai BKF: Peneladanan Rasulullah SAW dalam Bekerja
Jakarta(15/01): Dalam rangka peningkatan kapasitas mental dan agama para pegawai di lingkungan Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Bagian Organisasi dan Kepegawaian Sekretariat BKF menyelenggarakan kegiatan ceramah agama yang bertemakan “Peneladanan Rasulullah SAW dalam Bekerja” bertempat di Ruang Rapat Analis-Fiskal, Gedung R.M. Notohamiprodjo Lantai 3, Kamis siang. Kegiatan ini diselenggarakan juga dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 3 Januari lalu. Hadir sebagai narasumber adalah Ustad Ahzami Samiun Jazuli.
Kegiatan ceramah ini diawali dengan pembacaan puisi Islami yang dibawakan oleh Budhi Setyawan, Kepala Subbidang Teknis Kepabeanan, Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II, Pusat Kebijakan Pendapatan Negara (PKPN) BKF yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran dan terjemahannya. Acara kemudian dibuka oleh Irfa Ampri, Sekretaris BKF. Dalam sambutannya, Irfa Ampri menyampaikan bahwa kesibukan pekerjaan kadangkala membuat manusia lupa akan tugas yang sebenarnya di dunia ini yaitu sebagai khalifah. Umat Islam wajib meneladani Rosulullah Muhammad SAW dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari salah satunya terkait kesederhanaan. Irfa Ampri juga berharap dengan diadakannya kegiatan ini dapat memberikan pencerahan bagi para pegawai di lingkungan BKF untuk dapat mengamalkan ajaran agama baik dalam bekerja maupun kehidupan sehari-hari.
Acara kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu penyampaian materi ceramah oleh narasumber. Dalam ceramahnya, Ustad Ahzami Samiun Jazuli mengawali dengan menyampaikan urgensi bekerja dalam Islam. Allah memerintahkan manusia untuk bekerja. Kerja merupakan sesuatu yang besar. Manusia dinilai oleh Allah SWT dari kinerjanya. Urgensi kerja juga sangat penting bagi manusia yaitu menjadikan manusia selamat dari kerugian di dunia maupun di akhirat. Ustad Ahzami Samiun Jazuli kemudian menyampaikan bahwa dalam bekerja umat Islam harus meneladani Rosullah Muhammad SAW. Akhlak Rosulullah Muhammad SAW dalam bekerja yang pertama adalah orientasinya benar yaitu hanya karena Allah SWT. Hal ini harus diniatkan dari awal di dalam hati karena semua pekerjaan yang dilakukan akan dinilai Allah SWT dari niatnya. Yang kedua adalah Rosulullah bekerja secara kontinyu dan bukan musiman. Rosulullah bekerja secara terus menerus dan berkesinambungan. Yang ketiga adalah Rosulullah bekerja secara profesional tidak asal. Rosulullah selalu menyelesaikan sendiri pekerjanya tanpa ada gengsi.
Yang keempat adalah melakukan pekerjaan dengan kerja sama. Rosulullah sebagai pimpinan umat selalu melibatkan para sahabat dalam melakukan segala aktivitas. Rosulullah melarang para sahabat bekerja sendiri-sendiri tanpa kerja sama. Yang kelima adalah Rosulullah bekerja secara bervariasi. Di masa kecil Rosulullah bekerja sebagai penggembala kambing, di masa remaja Rosulullah menjadi pengusaha, dan pada akhirnya menjadi pimpinan besar umat Islam. Pekerjaan yang bervariasi ini membuat mental menjadi kuat dan menambah pengalaman yang hebat. Akhlak Rosulullah dalam bekerja yang terakhir adalah kemandirian. Ketika Madinah mengalami krisis pangan, Rosulullah dan umat Islam berusaha menyelesaikan sendiri masalahnya. Rosulullah tidak berhutang dalam keadaan krisis, bahkan menerapkan kesederhanaan sebagai bentuk kemandirian umat Islam. Rosulullah bahkan juga merasakan kelaparan sama seperti umatnya pada waktu itu. Di akhir ceramahnya, Ustad Ahzami Samiun Jazuli berpesan semoga yang sudah disampaikan bukan sekedar ceramah, bukan sekedar rekreasi intelektual, tapi semoga Allah memudahkan para pegawai di lingkungan BKF untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan berumah tangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Acara ini kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan doa penutup majelis. (mi/gh)





