Sosialisasi Kebijakan Fiskal pada Kunjungan Siswa SMA John Paul's School

Sosialisasi Kebijakan Fiskal pada Kunjungan Siswa SMA John Paul's School

Jakarta (13/02): Bertempat di Aula Nusantara, Gedung Radius Prawiro Lantai 1, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan kembali menyelenggarakan sosialisasi kebijakan fiskal dalam rangka memberikan update dan mendiseminasikan kebijakan-kebijakan fiskal kepada stakeholders. Stakeholder yang hadir pada sosialisasi kali ini adalah siswa kelas X & XI SMA John Paul’s School, Bekasi, Jawa Barat. SMA John Paul’s School ini merupakan Sekolah Menengah Atas pertama yang berkunjung ke BKF di tahun 2015.

Sosialisasi yang dihadiri sekitar 60-an siswa dan dua guru pembimbing dimulai dengan pemutaran video company profile BKF. Acara kemudian dibuka dengan sambutan oleh Irfa Ampri, Sekretaris BKF, yang mewakili Kepala BKF. Dalam sambutannya, Irfa menyampaikan kegembiraannya atas kedatangan para siswa dalam rangka mengetahui dan mendapatkan informasi terkait kebijakan fiskal terkini dari tangan pertama (first hand) perumus kebijakan yaitu BKF. Irfa Ampri kemudian mengupas sedikit materi yang akan disampaikan oleh narasumber yaitu mengenai kebijakan subsidi dan kebijakan ekspor mineral dan batubara serta menjelaskan proses perumusan kebijakan fiskal di BKF dan kehandalan sumber daya manusia BKF yang mendukung proses tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh perwakilan dari SMA John Paul’s School, Frances Roi, yang merupakan guru pendamping siswa. Dalam sambutannya, Frans menyampaikan ucapan terimakasih diberikan kesempatan menjadi sekolah menengah atas pertama yang berkunjung dalam rangka sosialisasi kebijakan fiskal di BKF. Melalui kegiatan ini Frans mengharapkan para siswanya dapat terbuka pikirannya terhadap pengetahuan yang baru dan mampu berpikir out of the box sehingga dapat bersaing dengan pihak lain ke depannya.

Sosialisasi kali ini menghadirkan 2 (dua) narasumber, yaitu Noor Iskandarsyah, Kepala Bidang Kebijakan Subsidi, Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PKAPBN) BKF yang menyampaikan materi dengan judul “Kebijakan Subsidi”; dan Djaka Kusmartata, Kepala Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai II, Pusat Kebijakan Pendapatan Negara (PKPN) BKF yang menyampaikan materi dengan judul “Kebijakan Ekspor Mineral dan Batubara (Minerba)”; serta dimoderatori oleh Rudy Novianto, Kepala Subbagian Perencanaan Program dan Penyusunan, Bagian Perencanaan dan Keuangan, Sekretariat BKF.

Narasumber pertama, Noor Iskandarsyah mengawali pemaparannya dengan menjelaskan formulasi kebijakan fiskal dan melanjutkannya dengan menerangkan konsep subsidi. Subsidi merupakan bantuan yang diberikan pemerintah kepada konsumen atau produsen agar barang dan jasa yang dihasilkan harganya lebih rendah dan jumlah yang dibeli masyarakat lebih banyak. Noor Inskandarsyah kemudian menjelaskan arah kebijakan subsidi 2015, kebijakan subsidi energi yang mencakup kebijakan subsidi BBM dan kebijakan subsidi listrik, serta kebijakan subsidi non energi yang mencakup subsidi pangan; subsidi pupuk dan benih; Public Service Obligation (PSO); subsidi kredit program; dan subsidi pajak.  

Narasumber kedua, Djaka Kusumartata mengawali dengan menjelaskan pengertian ekspor. Ekspor adalah mengirim/menjual barang ke negara tujuan ekspor. Terkait kebijakan ekspor minerba, Djaka kemudian melanjutkan pemaparannya dengan menyampaikan kondisi sumber daya tambang di Indonesia; potensi peningkatan nilai tambah mineral logam dalam negeri; kerangka pikir kebijakan bea keluar; kebijakan pengenaan bea keluar bijih mineral; tujuan kebijakan bea keluar; alasan pengenaan bea keluar bijih (raw material/ore) mineral; kebijakan pengenaan bea keluar produk mineral hasil pengolahan; kebijakan bea keluar sebagai instrumen fiskal untuk mendorong hilirisasi industri berbasis mineral. Djaka kemudian mengakhiri presentasinya dengan menjelaskan implementasi dari kebijakan bea keluar produk mineral. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang merupakan bagian akhir dari sosialisasi ini. Para peserta sangat antusias terhadap acara sosialisasi ini. Salah satu pertanyaan siswa yaitu mengenai langkah yang akan diambil Indonesia jika ada negara lain yang tetap ingin mengimpor bahan mentah. Sosialisasi akhirnya ditutup dengan acara tukar-menukar cendera mata antara perwakilan BKF dengan perwakilan SMA John Paul’s School.(mi/gh/ar)