Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini 2015 di Batam
Batam (07/05): Kementerian Keuangan, khususnya Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara Provinsi Kepulauan Riau bekerjasama dengan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi dan Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini 2015 di Batam. Seminar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Forum Ekonom Kementerian Keuangan tahun 2015. Seminar diselenggarakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau dengan tema “Kebijakan Fiskal dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Bercirikan Kepulauan” pada hari Kamis tanggal 7 Mei 2015. Seminar dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dihadiri sekitar 140 peserta.
Seminar diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta seminar. Kemudian dilanjutkan dengan keynote speech oleh Syamsul Bahrum, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau. Syamsul Bahrum menyinggung bahwa target perekonomian sebesar 4,7% pada kuartal pertama (Q1) dari target perekonomian tahun 2015 sebesar 5,7%. Pada APBD 2015, Provinsi Kepulauan Riau mengalami defisit anggaran karena penurunan harga minyak yang berimplikasi terhadap penerimaan daerah dari dana bagi hasil, yaitu migas di beberapa kabupaten/kota Provinsi Kepulauan Riau.
Selanjutnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara, Haryana memberikan sambutan sekaligus pembukaan. Dalam sambutannya, Haryana mengucapkan terima kasih kepada para narasumber dan seluruh peserta seminar. Haryana menyampaikan bahwa tahun 2015 merupakan tahun yang penuh dengan dinamika, yang disebabkan baik oleh kondisi global maupun kondisi domestik. Kondisi tersebut harus dihadapi secara serius sehingga dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pembangunan di seluruh Indonesia untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Setelah disampaikannya keynote speech oleh Syamsul Bahrum dan pembukaan oleh Haryana, seminar dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh Dahlan Tampubolon, Regional Economist Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Riau. Diskusi ini juga terdiri dari 4 (empat) pembicara. Pembicara pertama, Ferry Irawan, Kepala Bidang Analisis Moneter dan Neraca Pembayaran (BKF), menjelaskan tentang kebijakan ekonomi pemerintah pusat dan perkembangan ekonomi Indonesia terkini. Ferry Irawan menyinggung bahwa stabilitas dan pertumbuhan ekonomi harus sinkron. Salah satu indikator untuk stabilitas adalah nilai tukar rupiah yang saat ini sedang mengalami tekanan bahkan sempat menembus Rp13.200,-. Pelemahan tersebut utamanya dikarenakan menguatnya dollar terhadap hampir semua mata uang dunia dan kondisi basic balance yang masih negatif. Untuk isu pertumbuhan ekonomi, Ferry Irawan menyampaikan bahwa belanja infrastruktur meningkat cukup pesat terutama berasal dari realokasi subsidi. Selain itu, Pemerintah menempatkan PMN yang cukup besar di BUMN guna mendukung meningkatkan peran BUMN dalam perekonomian nasional.
Kemudian pembicara kedua, Ubaidi Socheh Hamidi, Kasubdit Evaluasi Dana Desentralisasi dan Perekonomian Daerah (DJPK), memamparkan kebijakan transfer ke daerah yang menunjang pembangunan daerah yang bercirikan kepulauan. Postur APBN terkait transfer ke daerah, yaitu dana perimbangan (DAU, DAK, DBH) dan dana otsus (Aceh dan Papua Barat), penyesuaian (BOS, profesi guru, insentif daerah, dll), dan ada dana desa di tahun 2015. Dana desa akan digunakan untuk mendanai keseluruhan kewenangan desa dengan prioritas untuk mendukung program pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Pembicara ketiga, Dydik Choiroel, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Riau, menjelaskan tentang perkembangan pelaksanaan anggaran pusat dan daerah di Provinsi Kepulauan Riau, keterkaitan antara nawacita dengan alokasi anggaran, dan APBD 2015 Provinsi Kepulauan Riau. Dydik Choiroel juga menyinggung beberapa permasalahan yang dihadapi terkait APBD Kepulauan Riau yaitu tentang penyerapan anggaran, pencapaian kinerja, sinkronisasi pusat dan daerah. Terakhir, pembicara keempat, Gusti Raizal Eka Putra, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, memaparkan perkembangan ekonomi makro Provinsi Kepulauan Riau Triwulan I 2015. Secara khusus, yang patut dicatat adalah Kepulauan Riau mengalami pertumbuhan tertinggi di Sumatera yaitu sebesar 7,14% (yoy) di Triwulan I tahun ini. Di sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh investasi dan konsumsi rumah tangga. Di sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh kinerja industri pengolahan dan konstruksi.
Selesainya pemaparan presentasi oleh keempat pembicara, dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta seminar dengan antusias dan diakhiri dengan makan siang. (aip/ds)