Seminar Perkembangan Isu-Isu Kebijakan Internasional
Palembang, (2/3): Badan Kebijakan Fiskal (BKF), bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Selatan menyelenggarakan Seminar Perkembangan Isu-Isu Kebijakan Internasional di Aston Palembang Hotel & Convention yang dihadiri oleh unit-unit vertikal Kementerian Keuangan yang berada di wilayah Sumatera Selatan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Daerah (Pemda) Tk. II, Dinas Pemda Tk. I, BUMN, perbankan swasta, asosiasi usaha, dan civitas akademika di Sumatera Selatan.
Seminar dibuka dengan keynote speech dari Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sumatera Selatan, Jambi dan Bangka, Anugrah Komara, yang mewakili Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Selatan. Dalam pidatonya, Kepala Kanwil DJKN mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang mengangkat isu MEA dan infrastruktur, mengingat isu-isu tersebut sangat penting dan relevan, khususnya bagi pembangunan Sumatera Selatan. Seminar juga menjadi sarana koordinasi kebijakan antara para pemangku kepentingan agar terwujud sinergi dalam memanfaatkan peluang yang ada.
Seminar terbagi dalam dua sesi dengan pokok bahasan: (i) peluang dan tantangan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) serta (ii) pembangunan infrastruktur dan AIIB sebagai alternatif sumber pembiayaan.
Sesi pertama menghadirkan tiga pembicara yang memaparkan topik MEA dari sudut pandang masing-masing. Werdi Ariyani (Kementerian Perdagangan) memaparkan MEA dari perspektif kerja sama perdagangan. Prof. Bernadette Robian (Akademisi dari Universitas Sriwijaya) lebih menyoroti peluang dan tantangan daerah, khususnya Sumatera Selatan dalam menghadapi MEA. Sementara Eladirman (Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral, BKF) memaparkan MEA dari sudut pandang kerja sama keuangan ASEAN. Moderator untuk sesi pertama ini adalah Dr. Irfa Ampri, Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral BKF.
Pada sesi kedua, seminar menghadirkan dua pembicara yaitu Dr. Irfa Ampri (Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral) yang berbicara tentang “Asian Infrastructure Investment Bank :Sumber Alternatif Pembiayaan Infrastruktur”, dan Heri Setiawan (Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko) yang memaparkan “Strategi Pembiayaan Infrastruktur Nasional dan Potensi Peran AIIB Dalam Pembiayaan”. Moderator pada sesi ini adalah Wahyu Hidayat (Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral, BKF).
Tercatat sekitar 150 peserta hadir dalam seminar ini dan mengikuti kegiatan dari pagi hingga siang hari. Para peserta juga terlibat aktif dalam diskusi di setiap sesinya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berbobot yang direspon secara baik oleh para narasumber. [jsh&wh]



