Rangkaian Seminar Pada Hari Kedua ST IDB ke-41
Jakarta, (16/5): Masih dalam rangkaian side events sidang tahunan IDB ke-41 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center. Pada hari kedua yaitu Senin tanggal 16 Mei 2016 diselenggarakan seminar “Supporting Smart, High, and Inclusive Growth in Indonesia” di Ruang Cendrawasih 1. Tepat pada pukul 09.00 acara dibuka dengan opening statement oleh Dr. Ir. Subandi, M.Sc, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, Bappenas. Subandi menyampaikan bahwa kerjasama Indonesia dan IDB telah difokuskan ke beberapa sektor utama yaitu pendidikan, infrastruktur, pembangunan pemerintah daerah, dan industri keuangan syariah.
Seminar ini menghadirkan 5 narasumber, yaitu: 1) Dewo Broto Joko Putranto, Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral, Bappenas; 2) Mohammad Jamal Alsaati, Director of Country Programs Department, IDB; 3) Ibrahim Ali Shoukry, Resident Representative of IDB Country Gateway Office Indonesia; 4) Steven R. Tabor, ADB Country Director; dan 5) Nury Effendy, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran.
Sementara itu, pada saat yang sama di Ruang Cendrawasih 3 diselenggarakan seminar “Youth in Development Innovative Solutions for Financial Inclusion”. Dengan dimoderatori oleh Mehdi Hassan, presenter pada Al Jazeera English TV, seminar menghadirkan 4 narasumber, yaitu: 1) Syed Hassan Al-Saggof, Senior Microfinance Specialist IDB; 2) Ahmed Moor, CEO and Co-Founder of LIWWA Jordan; 3) Nabila Alsaggof, COO Doku Indonesia; dan 4) Mohammad T Chowdury, Consulting Leader PWC.
Syed Hassan menyampaikan contoh salah satu proyek yang mendapat dukungan bank untuk akses finansial dalam rangka pengembangan kapasitas agar anak muda bisa terlibat dalam bisnis. Proyek tersebut adalah pembiayaan budidaya tomat di Jordania. Setelah dilakukan kajian pasar, bank memutuskan $4 miliar juta untuk microfinance. Penerima projek ini adalah 600 pemuda lulusan pertanian. (atw/as)