Mengupas Proses Kreatif Penulisan Sebuah Buku

Jakarta, (30/8): Mengawali acara diskusi buku yang diselenggarakan di Aula Gedung R.M. Notohamiprodjo, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, penulis Serial Supernova, Dewi “Dee” Lestari tampil berduet dengan salah satu pegawai Badan Kebijakan Fiskal membawakan lagu karyanya berjudul Kali Kedua dan Firasat yang disambut dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang berasal dari unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan.

Diskusi buku yang dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal, Arif Baharudin ini mengupas secara mendalam seputar proses kreatif penulisan sebuah karya yang menjadi bagian dari buku bestseller Serial Supernova, yaitu Inteligensi Embun Pagi (IEP). Diskusi menarik yang  berlangsung selama 1,5 jam dan dipandu oleh Adik Tejo Waskito dan Indha Sendary Putri, pegawai Badan Kebijakan Fiskal ini menjadi ajang sharing knowledge dan pengalaman dari seorang penulis yang mumpuni.

Dee yang hadir mengenakan batik, selain bercerita tentang proses penyusunan buku seri terakhir Supernova miliknya yang dirilis pada bulan Februari 2016, juga bertutur panjang tentang proses penulisan serial Supernova secara keseluruhan yang memakan waktu 15 tahun. Dee banyak berbagi pengalaman dalam profesinya sebagai seorang penulis.  Ia mengungkapkan bahwa dalam menulis buku, selalu melakukan riset sebelum menuangkan fantasinya menjadi tulisan. Hal tersebut menurutnya memudahkan untuk bercerita dan menjelaskan detail-detail dalam buku-buku yang ditulis. Seni menulis, menurutnya, tidak memisahkan antara fiksi dan nonfiksi, dalam prosesnya sama-sama berusaha meramu tulisan yang menarik bagi pembacanya.

Berbagai pertanyaan seputar cara menulis yang baik hingga proses penulisan sebuah karya diajukan oleh para peserta yang hadir. Tidak ingin kalah dengan antusiasme peserta, Dee berusaha untuk menyebarkan passion menulisnya dengan memberikan tips-tips bagi yang berkeinginan untuk menulis. Untuk menjadi penulis, dibutuhkan sebuah sistem untuk  mengatur bagaimana seseorang dapat menulis dengan baik, dalam hal ini yang utama adalah disiplin. Lebih lanjut, ia mengatakan jika seseorang memiliki kemauan dan disiplin untuk terus mengasah kemampuan menulisnya, maka orang tersebut akan terbiasa menulis dan nantinya akan menghasilkan tulisan-tulisan yang baik dari latihan yang sering dilakukannya. (is/gh)