Analyst Meeting: Pemerintah Optimis Trend Pertumbuhan Tahun Depan Cenderung Lebih Positif
Jakarta, (23/9): Badan Kebijakan Fiskal kembali menggelar analyst meeting yang kali ini mengusung tema “Meletakkan Pondasi yang Kuat untuk Pertumbuhan yang Inklusif, Berkualitas dan Berkesinambungan”. Dalam forum kali ini, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati didampingi dengan Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara, memaparkan tentang update ekonomi terkini kepada pengamat, analyst, akademisi dan perwakilan dari lembaga keuangan serta perbankan yang hadir pada acara tersebut.
Menkeu mengatakan bahwa saat ini para policy maker di seluruh dunia sama-sama menghadapi situasi yang sulit, dimana perlambatan ekonomi global masih akan terjadi. Lebih lanjut Menkeu mengungkapkan dalam pertemuan G20 yang baru-baru ini ia hadiri, para pemimpin dunia tersebut menginginkan agar seluruh negara berpartisipasi untuk membuat kebijakan yang mendorong pertumbuhan. Indonesia sendiri dari sisi pertumbuhan masih terbilang cukup baik. Hal tersebut terlihat dari posisi Indonesia yang menempati urutan ketiga setelah Tiongkok dan India pada negara yang tergabung dalam G20.“Dibandingkan dengan negara G-20 lain kita hanya tertinggal dari 2 negara yaitu India dan Tiongkok. Indonesia memiliki keuntungan bahwa trendnya akan bottoming up artinya akan meningkat” jelas Sri Mulyani.
Dengan fakta tersebut, Pemerintah optimis trend pertumbuhan Indonesia untuk tahun berikutnya akan lebih positif. Menurut Menkeu, hal tersebut disebabkan oleh source of growth yang dimiliki oleh Indonesia. Selain konsumsi rumah tangga yang dinilai masih sehat, investasi dan government spending akan menjadi source of growth yang akan menciptakan trend pertumbuhan positif untuk tahun depan. “Kita juga masih bisa menciptakan source of growth yang basisnya investasi, konsumsi rumah tangga dan to some extent government spending”, ujarnya. (is/atw)